SELATPANJANG, GORIAU.COM - Beruntung saat kebakaran di Gang Kemiri Jalan Rintis Kelurahan Selatpanjang Selatan, Meranti, Riau, Jumat (10/1/2014) dinihari itu tidak ada warga yang tertembak. Pasalnya, di dalam rumah yang terbakar itu, juga ikut terbakar satu kotak peluru pistol aktif milik kakeknya sewaktu menjadi polisi.
Menurut pengakuan korban Tengku Syahril, dan beberapa warga sekitar ketika ditemui di lokasi terbakar, Selasa (14/1/2014) sore, memang di dalam rumah tersebut ada satu kotak peluru pistol aktif milik kakeknya yang dulunya polisi. Peluru-peluru ini menurut mereka meletup-letup tatkala sijago merah melahap semua isi rumah yang tidak sempat terselamatkan itu.
"Ia ada peluru. Ketika terbakar ada bunyi letupan berkali-kali seperti orang sedang menembak," kata Tengku Syahril.
Di tempat terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, bersyukur sebab tidak ada warga yang terluka akibat peluru yang meletup itu. Menurut Pandra pula, peluru-peluru yang meletup itu cukup membahayakan.
"Ya pasti cukup membahayakan apabila mesiu terbakar pasti anak peluru (yg ada timahnya, red) melesat kemana-mana. Seperti kejadian saat saya SMP tahun 1984, gudang Amunisi Marinir Cilandak Jakarta Selatan terbakar, menyebabkan peluru-peluru senjata, termasuk peluru meriam terbang kemana-mana apalagi peluru meriam sampai berpuluh kilometer," kata Pandra.
Dikatakannya lagi, yang jelas namanya peluru semua menggunakan mesiu, jadi tiap peluru apabila bagian belakangnya di ketok, maka mesiu akan terbakar menyebabkan anak peluru melesat, atau terbang pelurunya.
"Alhamdulillah sewaktu kejadian tersebut tidak ada korban jiwa akibat peluru tersebut," kata Pandra pula. (zal)