
PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski mampu menahan imbang tim sekelas Semen Padang FC yang sudah dipastikan berlaga di Indonesia Super League (ISL) musim depan, namun jajaran pelatih PSPS Pekanbaru masih merasakan banyaknya kelemahan-kelemahan yang harus menjadi fokus utama untuk dilakukan evaluasi.
Diantaranya masih kurangnya komunikasi antar lini. Beberapa kesalahan yang terjadi dimana masih seringnya para pemain membuat celah bagi lawan dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan kurang kordinasi antar pemain.
"Masih banyak yang harus dievaluasi dari hasil pertandingan tadi, salah satunya jelas masih kurangnya kordinasi antar lini," kata Pelatih PSPS Pekanbaru, Philep Hansen Maramis.
Pemain PSPS saat dihadang pemain Semen Padang. (foto hermanto ansam)Selain itu, dijelaskan Philep, kelemahan kedua yang terlihat jelas masalah finishing touch atau penyelesaian akhir. Banyak peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi sebuah gagal namun gagal disempurnakan.
"Peluang kita banyak, namun lemahnya penyelesaian akhir yang masih menyelimuti para pemain membuat semuanya tidak berarti. Ini yang juga menjadi fokus jajaran pelatih untuk bahan evaluasi nantinya," sambung Philep.(tri)