PANGKALAN KERINCI,GORIAU.COM - Meski telah berusia lebih dari 13 tahun, namun Kabupaten Pelalawan masih sangat minim memiliki sekolah agama negeri. Bahkan, di Riau daerah ini menempati posisi paling kecil karena hanya memiliki dua sekolah agama negeri yakni Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)Pangkalan Kerinci dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Pangkalan Kuras.
"Sampai saat ini, Kabupaten Pelalawan belum memiliki Madrasah Aliyah Negeri. Jadi memang kabupaten Pelalawan paling kecil lembaga pendidikan Islamnegeri di Riau," terang Kepala Kemenag Kabupaten Pelalawan Drs H Zulkifli kepada media ini, kemarin.Zulkifli mengatakan bahwa minimnya lembaga pendidikan agama negeri bukan tanpa alasan. Ada beberapa penyebab yang menjadikan negeri yang bermottokan Tuah Negeri Seiya Sekata sangat sedikit lembaga pendidikan Islam milik Kemenag tersebut. Hal ini tentunya tak terlepas dari historis terbentuknya daerah ini menjadi kabupaten.
"Artinya, 13 tahun silam daerah perkantoran saat ini yang sudah penuh sesak tak lebih dari hutan belantara. Kalau pun ada masyarakat paling di sekitar Jalan Lintas Timur dan sekitar perairan. Ya itu tadi dari historisnya memang sangat menentukan, hanya belantara belum ada manusia, tiba-tiba menjadi kabupaten," katanya.
Berbeda dengan kabupaten dan kota di Riau lainnya, sambungnya, maka secara historis mereka memang telah lama berdiri dan memiliki sejumlah lembaga pendidikan agama negeri. Terkait penambahan jumlah lembaga pendidikan Islam negeri lanjut maka pihaknya sudah membulatkan tekad memperjuangkan terbentuknya MAN di Kabupaten Pelalawan.
"Memang tak dipungkiri keberadaan lembaga pendidikan Islam juga sangat membantu mencerdaskan anak-anak kita dengan pendidikan Islam. Namun kami juga berupaya memperjuangkan agar kita juga punya MAN. Sita plan sudah kita miliki, cuma kendala lahannya saja lagi," ujarnya.
Ditambahkannya, karena itu diharapkan, pendirian MAN berdekatan langsung dengan bangunan Islamic Center sehingga diharapkan para pelajar yang diasramakan bisa langsung menghidupkan Islamic Center dan Masjid Ulul âAzmi yang berada di kompleks terkait.
"Memang soal lahan bangunan MAN, baru sekitar wacana di lokasi kompleks Islamic Center. Namun harapan kita tentunya hal itu bisa terwujud," tutupnya.(ilm)