
PEKANBARU - Masyarakat Provinsi Riau diajak untuk mendeteksi dini virus HIV/AIDS sejak dini. Sebab, virus ini dikhawatirkan dapat menjangkiti siapa saja tanpa pandang bulu.
Bertepatan dengan gelaran Riau Health Vaganza 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau ikut ambil bagian dalam mengajak dan memotivasi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan dan kekebalan imun-nya.
"KPA Riau terus memotivasi agar masyarakat cepat tanggap dan mau tes HIV/AIDS sebelum terlambat. Memang tidak mudah, karena sebagian dari masyarakat merasa malu untuk periksa, " ungkap dr Sri Suryaningsih kepada GoRiau.com, Minggu (21/8/2016) saat mengikuti Riau Health Vaganza 2016 yang dipusatkan di Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru.
Jika memang terdeteksi terjangkit HIV/AIDS, kata Sri, masyarakat dapat segera diberikan tindakan tepat. Selain itu, identitas si penderita juga akan dirahasiakan sebagai bagian dari privasi.
Lanjut Sri, Riau merupakan salah satu daerah yang memiliki kasus HIV/AIDS cukup tinggi yakni ada sebanyak 1.500 kasus HIV dan 1.000 kasus AIDS. Dimana, penderita Aids paling banyak diderita oleh kalangan ibu rumah tangga (IRT).
"Angka HIV/AIDS tertinggi di Riau berasal dari Pekanbaru. Walau belum tentu dari Pekanbaru namun mereka diperiksa di sini," tutupnya. ***