SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pindahnya pedagang takjil dari lokasi pasar ramadan Jalan Banglas Selatpanjang ke Jalan Ahmad Yani Selatpanjang tak menyisakan beban yang berarti di Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kepulauan Meranti. DPKP pasrah, sebab mereka sudah berbuat yang terbaik namun pedagang yang tak bisa menerimanya.



"Kita mengalah bukan untuk kalah," kata Kepala DPKP Meranti Joko Surianto Slamet SH MM kepada GoRiau, Senin (22/6/2015).

Joko menyatakan, pihaknya memang hanya bisa pasrah atas apa yang diinginkan pedagang itu. Sebab, mereka telah bersusah payah untuk merelokasi pedagang takjil ke tempat yang lebih teratur, yaitu pasar zaman Bengkalis yang belum difungsikan.

"Kita tidak punya beban, niat baik kita ingin menempatkan mereka ke tempat yang lebih layak sudah kita lakukan. Terima atau tidak itu hak mereka," ujar Joko pula.

Atas pindahnya pedagang takjil ke lokasi lama Jalan A Yani Selatpanjang, kata Joko pula merupakan tantangan tersendiri bagi DPKP. Kedepannya Ia mengaku akan mengupayakan agar pasar itu berfungsi sebagaimana mestinya.

"Kita tidak akan surut untuk berbuat. Kami upayakan pasar itu tetap berfungsi, abis lebaran kita akan carikan betul-betul pedagang yang mau menempati lapak di pasar Jalan Banglas tersebut," ujar Mantan Camat Rangsang itu.

"Kalau berfikir cepat, saya kasih ke padagang malam saja pasar tersebut, tapi saya masih memikirkan pedagang kita," tambahnya pula.

Sedikit agak kecewa diakui Joko, atas kejadian ini dimana pedagang berjanji akan pindah kalau tidak laku. Namun, pada hari pertama pembukaan pasar ini, Kamis (18/6/2015) lalu, semua dagangan takjil habis tak bersisa. "Alasannya bermacam, tempat parkir tidak ada lah, sepi pembeli lah, akhirnya mereka pindah. Pedagang yang masih bertahan, alhamdulillah dagangannya laku terjual kok," tutur Joko pula.(zal)
Ads