
PEKANBARU - DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau melakukan seleksi berkas 21 bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017-2022 selama dua hari 13-14 April 2016. Bagi bakal calon yang dinilai cakap, akan dikirim ke DPP untuk dipilih.
Ketua Tim Penjaringan yang juga Sekretaris DPD PDIP Riau Syafrudin Poti mengatakan, dari 21 bakal calon ini, 14 diantaranya merupakan bakal calon Walikota. Sedangkan 6 berkas bakal calon Wakil Walikota. Seleksi ini akan dinilai mulai dari kelengkapan berkas administrasi, kesiapan bakal calon dan juga komitmen terhadap partai.
"Kalau soal komitmen terhadap partai, kami tidak tanyakan itu, paling komitmen membangun program yang dicanangkannya dan sesuai dengan keinginan masyarakat," ungkap Syafrudin.
Sementara pada tanggal 22 April 2016 nanti, panitia penjaringan akan mengundang seluruh tokoh elemen masyarakat, aktivis Kota Pekanbaru untuk mendengarkan sosok yang pantas memimpin Kota Pekanbaru lima tahun ke depan.
"Mereka akan memberikan saran, syarat dan kriteria seperti apa yang pantas untuk memimpin Pekanbaru ke depannya. Ini akan menjadi pertimbangan kami sebelum memutuskan nama yang bakal direkomkan ke DPP," jelasnya.
Anggota Tim Penjaringan yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Riau, Zukri menambahkan, pihaknya tetap mengutamakan kader partai yang ikut dalam seleksi ini. Sebagai wilayah klaster dua, untuk Kota Pekanbaru, PDIP menargetkan bisa memposisikan kader minimal sebagai Wakil Walikota.
"Namun demikian, setiap calon akan kami lihat keseriusannya untuk maju dengab benar-benar serius untuk membangun Kota Pekanbaru. Sejauh mana kapabilitas dan komitmen pada PDIP dengan menegaskan untuk menjunjunh Trisakti partai," tuturnya.
Kegiatan yang sudah berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tadi pagi, sudah hadir tiga bakal calon yang mengikut seleksi, diantaranya Said Usman, Zulfan Hafiz dan Suryadi Khusaini.(*/rul)