SELATPANJANG - Pihak PT Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA membantah telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pekerja sebagai dampak dari anjloknya harga minyak mentah dunia. Menurut pihak PT EMP Malacca Strait SA, sampai Selasa (12/4/2016) mereka tidak pernah melakukan PHK itu.

"PHK belum ada," kata Widiyanto, Area Manejer EMP Malacca Strait SA saat menghadiri rapat dengan DPRD Kepulauan Meranti di Selatpanjang.

Pernyataan itu diungkapkan pihak PT EMP Malacca Strait SA menanggapi pertanyaan demi pertanyaan dari salah seorang Anggota Legislatif Basiran SE MM. Politisi Gerindra itu meminta penjelasan kepada EMP terkait isu PHK karyawan yang dikeluhkan pekerja serta menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

"Sekuriti bagian produksi, sub kontraktor yang merupakan tenaga kerja lokal sudah diberhentikan. Sementara tenaga kerja dari Jakarta tidak ada yang diberhentikan. Itu keluhan masyarakat yang kami terima," kata Basiran sebelumnya.

Waktu rapat, terlihat hadir dalam pertemuan tersebut Bagus C Kartika GM EMP Malacca Strait, dan Amru Mahalli Manejer PR EMP Malacca Strait. Sementara dari pihak legislatif terlihat Wakil Pimpinan DPRD Taufikurrohman, anggota lain Dedi Putra SHi, Asmawi, Darwin, Basiran SE MM, Mikwan, Darsini, Ardiansyah, dan Taufiek.

Menanggapi ini, Widi mengatakan, yang sebetulnya terjadi adalah tidak diperpanjangnya kontrak kepada beberapa kontraktor yang masa kerjasamanya telah habis. Memang kalau ditotal lebih dari 100 pekerja. "Masa kontrak yang sudah habis tidak diperpanjang lagi karena tidak ada pekerjaan atau yang mau dikerjakan," kata Budi lagi.

Ditambahkan Bagus C Kartika, memang saat ini mereka sedang berhemat sebagai dampak dari anjloknya harga minyak dunia. Karena kata Bagus juga, hanya ada dua pilihan antara tutup atau bertahan tapi susah.

"Saat ini kita melakukan penghematan. Di Jakarta, biasanya kita sewa gedung 5 lantai sekarang sudah kita lepaskan 3 lantai. Pegawai kontrak, habis kontraknya tidak kita perpanjangkan lagi," beber Bagus.

Menurut Bagus juga, yang mereka lakukan saat ini adalah fokus ke sumur yang sudah ada. Mereka tidak membuat proyek baru, sehingga banyak kontraktor yang belum bisa diajak bekerja sama. ***