BENGKALIS, GORIAU.COM - Harga pasir di Pulau Bengkalis kembali melambung. Selain karena tingkat kebutuhan tinggi di musim proyek seperti sekarang ini, penyebab lain dampak dari tidak masuknya pasir dari Pulau Rupat. Saat ini yang ada di pasaran hanya pasir dari Tanjung Balai, Kepri dengan harga per kubiknya mencapai Rp250 ribu, sehingga membuat rekanan yang sangat membutuhkan material untuk menyelesaikan proyek menjerit.

Tidak jelas kenapa pasir dari Pulau Rupat tidak masuk lagi ke Pulau Bengkalis dalam sepekan terakhir. Tapi kuat dugaan ini terkait tidak adanya legalitas izin penambangan pasir di Pulau Rupat, sehingga pemasok tidak berani berspekulasi karena khawatir ditangkap aparat penegak hukum.

Ketua Gapeknas Kabupaten Bengkalis, Fitra Budiman ketika dihubungi, Rabu (18/12), membenarkan melambungya harga pasir saat ini, menyusul tidak masuknya pasir dari Rupat. Saat ini pasir yang ada di pasaran berasal dari Tanjung Balai Karimun, Kepri dengan harga perkubiknya mencapai Rp250 per kubik.

''Pasir dari Rupat saat ini tidak ada di pasaran sejak seminggu belakangan. Kondisi ini sangat dikeluhkan rekanan yang mengerjakan proyek di lingkungan Pemkab Bengkalis, menyusul melambungnya harga pasir,'' ujar pria yang akrab disapa Budi ini.

Gejolak harga pasir, terutama saat musim proyek seperti sekarang ini memang selalu terjadi. Terlebih lagi ketika Pasir Rupat tidak bisa masuk ke Pulau Bengkalis terkait persoalan legalitas. Menyikapi kondisi ini, Ketua Gapeknas meminta kepada Pemkab Bengkalis membuat kebijakan dengan mengeluarkan izin penambangan pasir di Pulau Rupat. Apalagi aturan membolehkan Pemkab mengeluarkan Izin Penambangan Rakyat (IPR) pada radius 0-5 miliar dari garis pantai.

''Mau sampai kapan kondisi seperti ini dibiarkan. Kasihan kawan-kawan kontraktor selalu mengeluhkan akibat harga material (pasir) melambung, terutama  pada saat saat dibutuhkan seperti sekarang ini. Kita sangat berharap Pemkab melegalkan penambangan pasir rakyat di Rupat sehingga tidak terjadi lagi kelangkaan pasir dan harga selalu stabil,'' pinta Budi.jfk