DURI - Seorang warga Duri, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau mengeluhkan pelayanan rumah sakit umum Mandau kepada Anggota DPRD Bengkalis, Abi Bahrun saat sosialisasi integrasi Jamkesmasda ke BPJS Kesehatan di Mandau, Kamis (19/1/2017) lalu.

Dikatakan warga, dirinya yang mengalami sakit struk ringan, harus mendapat perawatan medis yang rutin untuk pemulihan. Salah satu rumah sakit yang dipercayanya untuk berobat itu, RSUD Mandau.

"Sayangnya selama berobat itu dan menggunakan BPJS Kesehatan, untuk resep obat selalu beli diluar. Tidak pernah ada di rumah sakit. Apakah memang ketersediaan obat di RSUD itu hanya untuk mereka yang berobat umum. Mohon ditanggapi pak dewan," kata warga Gajah Sakti kemarin.

Menanggapi keluhan warga tadi, Abi Bahrun mengaku cukup prihatin dengan kondisi-kondisi pelayanan rumah sakit umum daerah Mandau yang sering dikeluhkan pasien maupun masyarakat.

"Hal ini menjadi catatan penting bagi kita di dewan untuk mencari apa kendala di RSUD Mandau, sehingga menyarankan pasien membeli obat di luar," ujar Abi GoRiau.com (GoNews Grup).

Selain itu juga, Abi menegaskan, agar dokter maupun perawat dan tenaga medis di RSUD Mandau, tidak menawarkan obat-obatan lain, yang tidak ada di apotik RSUD Mandau.

"Mohon maaf ini ya, biasanya untuk mencari keuntungan tambahan sampingan, oknum dokter dan tenaga medis melakukan itu. Memberikan referensi apotik yang bekerjasama dengannya di luar rumah sakit. Pasien jangan mau terbujuk dengan penawaran obat lain, selain yang di apotik rumah sakit," terangnya.

Keluhan warga tadi, mendapat respon juga dari pihak RSUD Mandau. Pihak RSUD tidak pernah membeda-bedakan jenis pasien, baik dari umum maupun BPJS. Semua pasien RSUD Mendapatkan pelayanan yang sama.

"Pertama jika pasien dianjurkan untuk membeli obat di apotik luar, itu karena pihak rumah sakit tidak menyediakan obat untuk jenis penyakit pasien tersebut. Tidak ada perbedaan pelayanan kepada pasien," jawab Humas RSUD Mandau, dr Rangga kemarin. *** #BENGKALIS