
PEKANBARU - Selain mendapati kondisi panti asuhan dalam kondisi yang berantakan dan kurang layak, tim Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau juga menemukan sejumlah makanan kadaluarsa.
Ini diketahui saat tim menggelar Sidak ke Panti Asuhan Tunas Bangsa, yang terletak di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kamis (26/1/2017) siang tadi.
Panti asuhan tersebut jadi sorotan, setelah seorang bayi berusia 18 bulan yang dititipkan meninggal dunia di rumah sakit dengan kondisi yang tidak wajar, di mana terdapat luka yang ditenggarai akibat penganiayaan.
Mirisnya, di sana tim LPA Riau juga menemukan makanan yang sudah kadaluarsa dan bekas dimakan tikus. "Kita tidak menghitung jumlahnya, tapi banyak sekali," beber Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA Riau, Nanda, Kamis (26/1/2017) malam.
Bahkan hasil penelusuran LPA Riau kepada sejumlah masyarakat hingga RT setempat, ada indikasi atau dugaan kalau Sembako hasil sumbangan, dijual oleh pihak pengelola panti asuhan ini.
"Kita belum menanyakan soal ini ke pihak panti. Kita baru dapat info dari RT, indikasinya begitu katanya. Kalau bukti jelas kita belum dapat," yakin Nanda diwawancarai GoRiau.com (GoNews Group).
Masih dari hasil penelusuran tim LPA Riau dari RT setempat disebutkan kalau semenjak tinggal di sana, pemilik panti tidak ada memberikan identitas, baik itu pemilik, pengelola hingga anak-anak yang dititipkan di sana.
"Besok kita rencana akan ke rumah keluarga korban tersebut, sebab hari ini kita fokus menelusuri ke tempat panti," pungkas Nanda. Baca Juga: Memilukan, Begini Kondisi Panti Asuhan Tempat Tinggal Bayi 18 Bulan yang Tewas di RS***