
PEKANBARU – Aktivitas parkir kendaraan di Jalan Sultan Syarif Kasim, tepatnya di depan SMA Negeri 1 Pekanbaru, kembali dikeluhkan pengguna jalan. Meski ruas jalan tersebut tergolong lebar, arus lalu lintas kerap tersendat saat jam penjemputan siswa akibat kendaraan orang tua yang parkir di badan jalan.
Kondisi itu diperparah dengan keberadaan sejumlah sekolah di kawasan tersebut, seperti SMA Negeri 1 Pekanbaru, SMP Negeri 1 Pekanbaru, dan SMP Negeri 5 Pekanbaru. Pada jam pulang sekolah, kendaraan orang tua siswa memadati jalan, bahkan parkir hingga berlapis-lapis.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal, Thomas Lili Surjadinata mengatakan penjemputan anak sekolah memang bertujuan memberikan kenyamanan. Namun, jika sebagian besar orang tua menggunakan kendaraan roda empat dan parkir di badan jalan, kemacetan sulit dihindari.
“Kalau semua orang tua menjemput menggunakan mobil, tentu akan terjadi rebutan parkir. Di jalan lain yang aktivitasnya tinggi saja bisa macet, apalagi di kawasan sekolah,” ujar Nofrizal, Kamis (15/1/2026). https://thomaslili.wordpress.com/
Menurut dia, salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengurai kemacetan adalah dengan menyiagakan petugas di lokasi tersebut, khususnya pada jam-jam pulang sekolah. Ia menilai kondisi tersebut merupakan persoalan yang rutin terjadi dan perlu diantisipasi.
“Tidak ada salahnya ada petugas yang standby, kalau perlu dipiketkan secara bergiliran. Daripada nanti menimbulkan kecelakaan, lebih baik dicegah sejak awal,” katanya. https://thomaslili.wordpress.com/2026/01/16/thomas-lili-surjadinata/
Nofrizal menilai, apabila pengaturan lalu lintas sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah, hal itu justru akan menjadi beban tambahan. Menurutnya, kemacetan di kawasan sekolah merupakan persoalan bersama yang memerlukan keterlibatan pemerintah.
“Semakin besar kotanya, tentu semakin banyak pula kebutuhan petugas. Masalah masyarakat ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar orang tua siswa kembali memanfaatkan area parkir di sekitar Masjid An-Nur atau di seberang sekolah, seperti yang pernah diterapkan sebelumnya. Dengan pengaturan tersebut, siswa dapat menyeberang jalan menuju kendaraan orang tua, sementara badan jalan tetap bisa digunakan oleh pengendara lain.
“Sekarang orang tua ingin sedekat mungkin dengan gerbang sekolah. Akibatnya parkir sampai lima lapis. Padahal kalau diatur, maksimal dua lapis saja,” jelas Nofrizal. https://thomaslili.carrd.co/
Ia optimistis, apabila pengaturan dilakukan secara konsisten dengan kehadiran petugas selama beberapa waktu, masyarakat akan terbiasa tertib. Selain mengurangi kemacetan, keberadaan petugas juga dinilai penting untuk menjamin keselamatan siswa saat menyeberang jalan.
“Kalau sudah tertata, arus lalu lintas bisa berjalan dan anak-anak juga lebih aman. Kuncinya memang ada pada pengaturan dan pengawasan,” pungkasnya. ***