PEKANBARU, GORIAU.COM - Terungkap, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau ternyata menolak anggaran yang hanya senilai Rp1,2 miliar yang diajukan dinas kesehatan setempat.

Padahal, dana tak besar itu adalah untuk menyelamatkan lebih 2 ribu nyawa manusia akibat penyakit mematikan. Bandingkan dengan dana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang mencapai triliunan rupiah, hasilnya hanya menjadi 'bencana'.

"Tahun lalu, kami sempat mengajukan anggaran hanya Rp1,6 miliar ke DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Riau untuk penyakit mematikan TB-MDR namun tidak diterima," kata Pengelola Program Tuberculosis (TB) pada Dinkes Riau, Dwi Srirahayu kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (8/1/2014).

TB-MDR adalah singkatan dari "tuberculosis multi drug resistant" yang merupakan penyakit mematikan lebih berbahay penularannya dibandingkan HIV atau AIDS.

TB-MDR adalah tuberculosis (TB) yang disebabkan oleh kuman mycrobacterium tuberclosis yang telah mengalami kekebalan terhadap obat anti tuberculosis (OAT). Setiap penderitanya terancam meninggal dunia hanya dalam waktu yang singkat jika tidak segera ditangani secara benar dan tepat.

Program pelayanan penyembuhan penderita TB-MDR ini menurut Dwi sebenarnya telah direncanakan sejak lama. "Namun akibat banyaknya proses dan berbagai kendala, baru akhirnya terealisasi pada akhir 2013 lalu," katanya.

Menurut dia, untuk menangani proses penyembuhan pasien penderita penyakit mematikan itu, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Per orang kata dia, membutuhkan biaya Rp500 juta untuk sampai pada kesembuhan yang optimal. "Namun karena dana yang sangat terbatas karena anggaran yang diajukan ditolak oleh DPRD, kami hanya mengandalkan dana dari Kementerian Kesehatan dan hibah organisasi global," katanya.

Data Dinkes Riau menyebutkan, bahwa di daerah ini terdapat delapan penderita TB-MDR, empat diantaranya meninggal dunia. Sementara itu, ada sebanyak 2.478 orang diantaranya dari lebih 20 ribu yang sempat diperiksa positif terjangkit Tuberculosis (TB) yang artinya berpeluang besar mengarah pada TB-MDR.(fzr/ant)