
PEKANBARU, GORIAU.COM - Panglima Kodam l/Bukit Barisan Mayjen Lodewyk Pusung mengaku kaget, sudah ratusan warga Malaysia dievakuasi dari Riau. Dia juga mengatakan, belum perlu evakuasi masyarakat Riau, Jumat (25/9/2015).
"Jangan sampai warga Malaysia dievakuasi lagi, kesanya tak aman saja negara kita ini, soal permintaan masyarakat agar warga Riau dievakuasi, terus mau dibawa ke mana," tanya Pangdam.
Murutnya, saat ini berbagai upaya telah dilakukan oleh semua pihak dalam mengatasi permasalahan kahutla, dia mengimbau agar masyarakat tetap sabar dan berdoa supaya lebih banyak lagi turun hujan dan kabut asap segera hilang.
"Saya saja kaget kata pak danrem, satgas yang bertugas di Riau ini bukan hanya bertugas padamkan api, tapi juga disuruh hilangkan asap, wah kalau yang bisa hilangkan asap itu cuma jin, tapi kalau prajurit kita disuruh padamkan api, itu baru masuk akal. Mari kita sama sama berdoa agar bencana segera selesai dan kondisi normal seperti semula," tambahnya.
Disaat berkunjung ke Posko kesehatan yang berada di purna MTQ, Pangdam Bukit Barisan juga sempat berdialog dan berfoto dengan masyarakat yang memeriksakan kesehatanya.
Bahkan semua data-data dipapan pengumuman dia cek satu persatu, saat melihat ada beberapa kemasan kaleng susu, Panglima ini langsung mengambilnya sambil melontarkan pertanyaan.
"Nah susu ini dari mana, apa iya nih ada setiap hari di posko ini," tanya Pangdam ke Plt Gubernur Riau.
Plt Gubernur Riau Arsyad Djuliandi Rachman belum sempat menjawab, Kadiskes Riau langsung menjelaskan, bahwa susu kaleng instan yang disediakan merupakan bantuan salah satu perusahaan, yang tiap harinya disediakan bagi masyarakat.
"Okh susu ini ada terus, Pak, saat ini stoknya masih ada tiga ribuan pack, yang kita bagi setiap hari," tutur Andra.(dnl)