PEKANBARU - Dijaman serba modern seperti saat ini ternyata masih saja ada orang yang bisa ditipu dengan modus menggandakan uang. Tak tanggung-tanggung, korbannya adalah oknum guru, warga Jalan Pembina Kelurahan Lembah Sari Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau.

Rino tak menyangka, uang yang ia serahkan sebesar Rp50 juta harus berganti dengan sebungkus cokelat Beng-beng, kaleng kue Goodtime dan uang Rp50 ribu. Padahal sebelumnya, korban dijanjikan akan mendapat duit berlipat dengan cara gaib. Tapi apa daya, Rino terlambat menyadari, kalau itu cuma akal-akalan pelaku.

Kasus tersebut bermula saat Rino tanpa sengaja bertemu pelaku berinisial JS alias Wawan (38). Meski baru kenalan, Rino tak sungkan bercerita kalau ia ingin mencari investor untuk mendirikan pabrik kelapa sawit di Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mengetahui kalau Pak Guru ini berkantong tebal, Wawan pun memainkan akal bulus.

Bersama satu orang rekannya bernama Rahmad alias Kiyai, Wawan pun merayu korban agar bisa kaya dengan jalan pintas, yakni dengan menggandakan uang. Singkat cerita, bujuk rayu Kiyai dan Wawan pun sukses. Pertama-tama, Rino pun menyetor uang sebesar Rp30 juta.

Uang itu lah yang rencananya bakal dilipat gandakan. Kedua pelaku mengganti uang ini dengan sebuah kotak berbungkus kain putih sebagai mahar. Syaratnya, boleh dibuka jika Rino melunasi sisa uang kesepakatan, yakni sebesar Rp20 juta lagi. Dengan iming-iming itu, Rino pun kian tergiur dan langsung mentransfernya.

Namun apa daya, pas kotak ini dibuka isinya cuma cokelat Beng-beng dan kaleng Goodtime, plus uang Rp50 ribu. Sadar dirinya ditipu, Rino pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Pekanbaru. "Untuk JS sudah kita tangkap, sementara R alias Kiyai masih DPO," benar Kasat Reskrim, Kompol Bimo Ariyanto, melalui Kasubag Humas, Ipda Letman Z.

"JS ditangkap Jumat (3/6/2016) kemarin di daerah Kecamatan Terbanggi Besar Bandar Jaya, Kabupaten Lampung. Kita akan jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Kita berhasil melacak keberadaannya dari hasil rekaman CCTv tempat mereka menginap (di Pekanbaru, red)," sambungnya, Minggu (5/6/2016). ***