RENGAT- Sepertinya Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, kembali dilanda krisis. Bukan krisis kepercayaan atau krisis ekonomi, melainkan krisis tenaga listrik.

Krisis itu dibuktikan dengan tidak stabilnya kondisi listrik di Inhu saat ini. Bahkan, sejak empat hari terakhir listik di daerah itu sering padam tak menentu alias tak beraturan.

"Mengapa ya, listrik di Inhu ini tak henti-henti bermasalah, apa PLN Area Rengat sudah tak mampu lagi mengatasinya. Apa lagi, sejak tiga hari terakhir pemadaman listrik semakin parah dan mulai meresahkan kita selaku konsumen," sebut Ida (33) salah seorang warga Rengat Barat kepada GoRiau.com, Sabtu (2/4/2016).

Ida menyebutkan, jika dihitung, sejak Rabu-Sabtu, (30/3-2/4/2016) malam ini, sedikitnya sudah lebih dari 20 kali pemadaman listrik. Waktu pemadamannya juga tidak beraturan. Tak tahu siang maupun malam, saat salat magrib atau salat subuh, bahkan pagi dan sore.

"Kami sebagai masyarakat yang merupakan konsumen PLN tentunya sangat dirugikan dan resah," jelasnya.

Sering dengan itu, dirinya berharap agar PLN berbenah diri serta memperbaiki kinerja mereka. Sehingga, gonjang-ganjing tentang pemadaman listrik di Inhu bisa teratasi.

Selain itu, dirinya juga berharap agar instansi terkait dan DPRD Inhu dapat menanggapi dan menindak lanjuti persoalan listrik tersebut. "DPRD jangan hanya diam dan melempem saja, masyarakat sudah resah," tutupnya.

Sementara itu, Fitriati (43) yang juga warga Pematang Reba menyebutkan bahwa, jika biasanya pemadaman listrik terjadi pada beban puncak, saat ini pemadman sudah tak menentu, bahkan saat tengah malam dan siang bolong, ketusnya.

"PLN sudah mengabaikan hak-hak pelanggan, kami ini makai listrik bukan gratis melainkan membayar," singkatnya menggerutu.

Guna menanggapi hal itu, hingga berita ini dimuat, manajer PLN Area Rengat melalui humasnya Mariadi belum menjawab konfirmasi GoRiau.com.***