SELATPANJANG, GORIAU.COM - Keberadaan orang gila di Kepulauan Meranti sama sekali tidak 'terusikkan' oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kepulauan Meranti. Pasalnya, Disosnakertrans tidak akan berbuat jika bukan keluarga si orang gila yang meminta bantuan.


Pantauan di Kota Selatpanjang, berbagai model perangai orang gila. Mereka yang terdiri dari laki-laki dan perempuan ini berkeliar semaunya. Terkadang, tak jarang membuat warga sekitar takut.
Orang-orang gila ini akan tidur dimanapun mereka merasa ngantuk. Makan pun mencari di tiap tong sampah yang ada di Kota Sagu.
Kadis Sosnakertrans Meranti, Izhar, ketika diminta tanggapan mengaku tak bisa berbuat banyak tanpa bantuan pihak keluarga (orang gila tersebut, red).
"Ya kalau pihak keluarga minta bawa ke Pekanbaru kita siap mendampingi," kata Izhar.
Namun, untuk menjemput orang gila itu, serta membawanya ke Pekanbaru (RSJ, red) Disosnakertrans Meranti tidak bisa. Mereka hanya menyiapkan dana transportasi dari Selatpanjang kePekanbaru. "Dana untuk pendampingan itu ada, namun kita tidak akan membawanya tanpa ada permintaan dari pihak keluarga," ujarnya lagi.
Kemudian, Izhar juga terkesan tak mempunyai teroboson tentang dugaan orang gila yang sama sekali tidak punya keluarga. Itu artinya, orang gila tersebut akan terus dibiarkan berkeliaran di Selatpanjang. "Terkadang mereka itu (yang gila, red) punya keluarga. Namun keluarganya yang tidak mau mengurus," ujarnya lagi.
Alhasil, anggaran berganti anggaran, keberadaan orang gila di Meranti sama sekali tidak tersentuh. Dan itu masih berlanjut hingga bulan 9 Tahun 2015.(zal)