PEKANBARU, GORIAU.COM - Selama Tahun 2014, Ombudsman RI Perwakilan Riau menerima 246 pengaduan. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 162 pengaduan. Pengaduan masyarakat berdasarkan pemerintah daerah yang dilaporkan, paling banyak dilaporkan adalah Pemkab Rokan Hilir.

Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Ombudsman Riau, Ahmad Fitri, Kamis (15/1/2015) siang. "Pemkab Rohil paling banyak dilaporkan masyarakat. Jumlahnya mencapai 53 laporan atau 34 persen dari total jumlah pemerintah daerah yang dilaporkan. Di tempat kedua adalah Pemko Pekanbaru, sebanyak 41 pengaduan dan Pemerintah Provinsi Riau di tempat ke tiga dengan jumlah pengaduan 33," kata Ahmad.

Pada Tahun 2013, lanjut Ahmad, pemerintah daerah yang banyak dilaporkan masyarakat adalah Pemko Pekanbaru, Pemperov Riau dan Pemkab Bengkalis. Rohil paling banyak dilaporkan karena kasus penerimaan CPNS Tahun 2014 yang hasil tesnya tidak diumumkan oleh kepala daerah Rohil.

Dari 246 laporan, tambah Ahmad, Ombudsman RI perwakilan Riau berhasil menyelesaikan 153 pengaduan atau 62,2 persen dari total pengaduan. "Riau termasuk perwakilan yang paling banyak berhasil menyelesaikan laporan yang disampaikan masyarakat. Untuk Tahun 2015, kita menargetkan menyelesaikan laporan minimal 40 persen," ungkap Ahmad.

Ombudsman RI perwakilan Riau juga mendata pengaduan berdasarkan instansi. Instansi yang paling banyak dilaporkan di 2014 adalah pemerintah daerah (63,4%), BPN (13%) dan Kepolisian (8,9%). Sementara pengaduan dugaan maladministrasi, tidak memberikan pelayanan paling banyak dilaporkan. Jumlahnya mencapai 63 kasus. Lalu diposisi kedua adalah penyimpangan prosedur (56), diikuti oleh penundaan berlarut (50), tidak kompeten (29), penyelahgunaan wewenang (21), permintaan uang, barang dan jasa (14), tidak patut (8), berpihak (4) serta diskriminasi (1).

"Bila berdasarkan SKPD, yang paling banyak dilaporkan adalah Dinas Pendidikan, Disdukcapil di tempat kedua serta Disnaker di tempat ketiga. Untuk pengaduan masyarakat berdasarkan asal daerah pelapor, paling banyak berasal dari Kota Pekanbaru dan Rohil," tandas Ahmad.(wdu)