
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pencarian terhadap nelayan Bantar, Kepulauan Meranti yang hilang di Selat Air Hitam, Selatpanjang, Selasa (21/1/2014) pukul 10.00 Wib pagi akhirnya dihentikan sekitar pukul 23.00 Wib malam ini karena ombak kuat.
''Kami terpaksa menghentikan pencarian karena ombat Selat Air Hitam kuat dan berbahaya. Warga masih berkumpul hingga pukul 23.00 Wib malam ini karena akan melanjutkan pencarian jika ombak mulai mengecil,'' ujar Hambali, pemuda Bantar yang ikut mencari nelayan, Khaidir yang hilang.
Hambali yang juga tetangga korban mengatakan, warga hanya mendapatkan helm korban di perairan, sedangkan korban tak ditemukan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Khaidir Bin Arifin (54) warga Jalan Bantar Darat RT09 RW06 Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Meranti, Riau, dikabarkan hilang diperairan Selatpanjang.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, kepada GoRiau.com, Selasa (21/1/2014) sore.
Menurut Pandra, kejadian ini terjadi pada hari ini, Selasa (21/1/2014) sekitar jam 10.00 Wib, dimana Khaidir Bin Arifin yang merupakan nelayan dari Desa Bantar ini menuju ke Selatpanjang dengan perahunya. Ia bermaksud hendak menjual hasil jaring yaitu ikan. Namun, sampai sekarang (sore harinya, red), Khaidir belum juga pulang ke rumahnya.
"Informasi yang diterima dari Masyarakat Desa Sialang Pasung bahwa sampan yang digunakan Khaidir terdampar di Desa Sialang Pasung," kata Pandra kepada GoRiau.com.
Disampaikan Pandra pula, atas laporan warga itu, pihak kepolisian langsung menanggapi dengan terlebih dahulu mencari barang bukti (BB) berupa sampan Khaidir. Kemudian dilanjutkan dengan mencari korban bersama masyarakat.
"Anggota Polisi Peraiaran Pos Sandar Tebing Tinggi dan Pos Bantar, Kapal Patoli Dit Pol Air Polda Riau dipimpin Aiptu Margono berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama warga untuk mencari korban," kata Pandra pula. (zal)