JAKARTA – Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari kembali membuktikan loyalitas terhadap kepentingan Merah Putih. Lewat diplomasi olahraga, Okto berhasil melobi Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) untuk membuka pintu selebar-lebarnya kepada dua lifter kelas dunia milik Indonesia yakni Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah bisa tampil pada Olimpiade Los Angeles (LA) 2028.

Kini, Rizki, panggilan karibnya, yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tidak akan lagi berebut tempat dengan peraih perak Olimpiade Tokyo 2020 Rahmat, panggilan karibnya, untuk mengibarkan Merah Putih sekaligus mengumandangkan Lagu Indonesia Raya pada pesta  olahraga akbar empat tahunan dunia tersebut.

Kepastian itu disampaikan Raja Sapta Oktohar kepada wartawan di Kantor NOC Indonesia Gedung FX Senayan, Jakarta, Rabu (24/10/2025). Okto, panggilan karibnya, memastikan IWF secara resmi akan mengakomodasi kelas baru. Dengan demikian, Rizki dan Rahmat yang selalu berada dalam kelas yang sama sudah tidak lagi saling berebut tempat dalam daftar Kontingen Indonesia.

​"Paling menarik adalah diplomasi NOC Indonesia kepada IWF itu akhirnya diterima. Jadi kalau selama ini kita pusing karena jagoan kita, Rizki sama Rahmat, ada di kelas yang sama, Kini, di Olimpiade LA 2028 kelasnya bisa dipecah dan mereka bisa fokus tanpa berebut lagi," kata Okto.  

​Pada gelaran Olimpiade di Amerika Serikat nanti, Okto menyebut bahwa IWF menghadirkan kelas 75 kilogram dan 85 kilogram. "Sehingga dua atlet terbaik kita ini bisa dipecah, Rizki di 75kg dan Rahmat di 85kg. Mereka punya peluang besar tampil membela Merah Putih pada Olimpiade LA 2028," tambahnya.

​Optimisme Oktohari bukan tanpa alasan. Performa keduanya pada ajang SEA Games ke-32 Thailand 2025 menjadi bukti nyata. Meski bertanding di kelas yang sedikit berbeda dari biasanya, baik Rizki maupun Rahmat sukses menyabet medali emas, bahkan mencetak sejarah baru.

​"Di SEA Games kemarin, Rizki tanding di kelas 79 kg dan Rahmat di 88 kg, dua-duanya dapat emas. Bahkan, Rizki berhasil memecahkan rekor dunia! Bukan lagi rekor Asia Tenggara atau Asia, tapi rekor dunia. Ini luar biasa," tegas Okto.

​Langkah selanjutnya, NOC Indonesia akan menjadikan Asian Games Nagoya 2026 sebagai tolok ukur konsistensi para atlet. Okto menekankan pentingnya menjaga performa atlet agar tetap berada di level puncak hingga 2028.

​Tak hanya itu, NOC Indonesia telah berkoordinasi dengan Menpora Erick Thohir untuk membentuk Tim Khusus pendampingan proses kualifikasi. Mengingat tahun 2026 adalah gerbang pembuka pengumpulan poin menuju Olimpiade LA 2028, pengawasan ketat akan dilakukan agar tidak ada atlet potensial yang kehilangan momentum.

​"Kami sudah lapor Pak Menpora agar kita bisa membentuk kelompok pendampingan kualifikasi. Kita kawal semua cabor yang punya potensi, jangan sampai ada yang terlewat. Pengumpulan poin dimulai dari awal, jangan sampai kita baru sibuk di akhir," pungkasnya.

​Dengan keberhasilan diplomasi ini, peluang Indonesia untuk mengawinkan dua medali emas dari cabang angkat besi di Olimpiade 2028 kini terbuka lebar. ***