
PEKANBARU – Meski target pengerjaan overlay terhadap 29 ruas jalan di Kota Pekanbaru tahun 2025 ini hampir rampung saat ini, namun hasil pekerjaan pelaksana proyek di beberapa lokasi malah menyisakan persoalan baru di lapangan.Di ruas Jalan Teladan di RW 10, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, misalnya. Ruas jalan yang saat ini pengerjaanya sudah hampir rampung 90 persen ini, sesuai pantauan GoRiau di lapangan, Selasa (16/12/2025), parit jalan ini di beberapa titik terlihat tertimbun tanah dan material sisa pekerjaan overlay sehingga air tidak bisa mengalir sebagaimana biasanya.
Selain itu, di beberapa titik juga terlihat sisa material sirtu berjatuhan dan menumpuk ke dalam parit lama Jalan Teladan sehingga mengganggu jalannya air.
"Parit lama di depan tanah kosong itu kemarin tidak ada tertutup timbunan, sekarang tertutup oleh tanah timbunan yang sepertinya kemarin dibuang alat berat saat pekerjaan persiapan pengaspalan jalan," ungkap Indra, warga sekitar kepada GoRiau.
Wandi, warga lainnya menambahkan, akibat tertimbunnya parit lama tersebut, air tidak bisa lagi mengalir seperti biasanya. "Biasanya air juga tidak lancar jalannya karena kondisi parit yang parah itu. Dan sekarang air malah jadinya mampet karena paritnya tertimbun tanah, jadi air larinya sekarang ke arah perumahan kami. Kami harap pelaksana proyeknya mengeruk ulang parit yang tertimbun tanah itu supaya air mengalir lagi ke ujung parit sana," kata Wandi.
Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, yang dimintai tanggapannya atas kondisi ini, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan komentar.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Rois sebelumnya mengatakan, masih ada temuan di lapangan terkait kualitas pekerjaan jalan yang kurang maksimal di beberapa titik tertentu. Menurutnya, temuan itu perlu mendapat perhatian serius.
Rois meminta Dinas PUPR Kota Pekanbaru sebagai leading sector agar meningkatkan pengawasan terhadap pekerjaan di lapangan. Rois menilai, kontrol yang ketat perlu segera dilakukan agar persoalan kualitas tidak berlarut-larut.
Ia menegaskan, pengawasan dari organisasi perangkat daerah (OPD) sangat diperlukan. "Karena ini musim hujan, perbaikan dan evaluasi harus segera dilakukan. Kalau tidak, tentu ini akan menjadi catatan yang kurang bagus bagi masyarakat Pekanbaru,” kata Rois. ***