PEKANBARU – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, secara lugas menjawab berbagai pertanyaan wartawan usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau, Kamis sore (24/4/2025). Dalam sesi doorstop singkat itu, ia menekankan bahwa tindak lanjut atas berbagai persoalan agraria di Riau harus diwujudkan melalui kerja nyata.

"Tindak lanjutnya kerja. Ya dikerjakan," tegas Nusron saat ditanya langkah konkret hasil pertemuan.

Dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos, Nusron menyindir balik pertanyaan wartawan mengenai detail aksi lanjutan.

"Kalau kamu tanya tindak lanjut ke warung, ya makan. Kalau saya tanya detailnya makan gimana?" ujarnya, disambut tawa sejumlah jurnalis.

Terkait sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Nusron menekankan bahwa keberhasilan reforma agraria tak bisa dicapai tanpa kerja sama yang erat antarlevel pemerintahan.

"Semuanya ini nggak bisa jalan sendiri tanpa sinergi Pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Karena gubernur atau kepala daerah itu adalah kepala gugus tugas reforma agraria," urainya.

Ia juga menegaskan ketegasan pemerintah pusat dalam menindak pelanggaran pertanahan, terutama di sektor perkebunan sawit.

"Kalau ada pengusaha sawit yang menanam di luar HGU secara sengaja, atau yang nggak mau kasih plasma, akan kami tegur. Kalau masih tidak nurut, kami cabut HGUnya," tegas Nusron.

Rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta penataan ulang lahan-lahan bermasalah di Provinsi Riau. ***