
SELATPANJANG - Karo Ops Polda Riau Kombes Abdul Hafidh Yuhas berkesempatan ngopi bersama masyarakat saat melakukan kunjungan supervisi Operasi Lilin Siak 2016 di Kepulauan Meranti, Senin (26/12/2016). Dalam kegiatan ini, diadakan tanya jawab dengan masyarakat.
Selain Kombes Abdul Hafid Yuhas, perwakilan Polda Riau juga dihadiri AKBP M Harahap. Terlihat juga Kapolres AKBP Barliansyah SIk, Waka Polres Kompol Wawan Setiawan SH MH, Kasat Narkoba Ali Azar SSos, Kasat Reskrim Andi Siregar, Kasat Binmas AKP Yudi Setiawan, dan beberapa polisi lainnya.
Ngopi bareng ini digelar di Kopitiam Lt 2 Jalan Diponegoro Selatpanjang. Terlihat hadir Staf Ahli M Arif MN, Ketua LAMR Ridwan Hasan, Ketua PP Asnan Mahadar beserta anggota, PPM, perwakilan BOTS Selatpanjang, tokoh masyarakat/ agama dan insan pers.
Kata Hafidh, kedatangan Ia ke Kepulauan Meranti ini dalam rangka Supervisi Operasi Lilin Siak 2016. Namun, saat kegiatan ngopi bersama ini berlangsung, sempat juga dibahas beberapa permasalahan.
Dalam penyampaian Hafid mengatakan telah melihat harmonisnya hubungan masyarakat dengan polisi. Ia berharap apa yang telah menjadi masa lalu biarlah masa lalu. Sebagai manusia, semuanya tidak lepas dari salah dan silaf.
"Di sini ada banyak khas dan budaya. Ini perlu dipertahankan. Mari kita kerja dan beraktivitas untuk kedepan, klau kita mikir ke belakang terus maka kita akan ketinggalan," pesan A Hafid.
Ia juga mendoakan agar Kepulauan Meranti kedepannya menjadi daerah yang hebat dan maju. Ia melihat potensi untuk mencapai semuanya sangat luar biasa. Itu juga didukung dengan letak geografisnya. "Semuanya mendukung," ujar Hafid.
Ketua LAMR Kepulauan Meranti Ridwan Hasan yang berkesempatan menyampaikan sepatah dua kata mengatakan, Ia melihat ada senyum-senyum terukir dalam kegiatan itu. Ini dianggap sebagai tanda bahwa adanya keberkahan. "Kalau bermasam muka, tanda susah hati. Selaku orang tua, saya melihat senyum-senyum ini penuh berkah," kata Ridwan Hasan.
"Insyallah kedepan yang sudah terjalin ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Pantau saya di lapangan, Kapolres sering datang ke majelis-majelis, itu sudah baik, itulah rahmat untuk kita semua," tambah Ridwan Hasan.
Mewakili Bupati H Irwan, M Arif MN menanggapi bahwa saat ini polisi memang 'sudah hadir' di tengah masyarakat. Karena mayoritas masyarakat Kepulauan Meranti adalah Melayu, M Arif MN juga menyampaikan ke Polisi bahwa warga suka diajak bermusyawarah. Masyarakat Meranti tidak menuntut banyak, cukup dihargai.
"Jadi, kalau ada permasalahan, mari libatkan diri kita semua. Masyarakat tidak menuntut apa-apa, tetapi minta dihargai. Semoga kemanan dan kenyamanan tetap terjamin," harap M Arif.
Saat itu juga digelar tanya jawab antara masyarakat dengan Karo Ops A Hafid.
Tarmizi, salah seorang masyarat menyampaikan harapan bahwa meski terlihat tenang, Polisi jangan menganggap tidak akan terjadi gejolak. Ia juga meminta Polisi mengusut tuntas kasus-kasus yang terjadi di Kepulauan Meranti, seperti Selatpanjang berdarah tanggal 28 Agustus 2016 lalu.
Kemudian Tarmizi juga minta pihak polisi terutama di Kepulauan Meranti untuk mengusut tuntas setiap kasus narkoba. Ia berharap polisi berhasil menangkap bandar, bukan hanya pemakai. "Hari ini banyak persoalan narkoba. Banyak adik-adik kita sudah jadi tersangka, namun rata-rata mereka itu pemakai. Tolong cari siapa bandar narkoba itu," kata Tarmizi.
Idris SKM menyampaikan kekhawatiran atas isu banyaknya warga China datang ke Indonesia dan melakukan tindakan-tindakan yang dianggap berbahaya. "Sebagai warga negara, pribumi, kami khawatir. Kebijakan presiden memang bisa mendatangkan devisa, tapi di sisi lain ini ancaman bagi kita. Kapal nelayan bebas China bebas berlayar. Untuk di sini, bagaimana Polda Riau mengantisipasinya, ini kerisauan kami, ancaman bagi NKRI," kata Idris pula.
Darto menyampaikan kerisauan tentang bebasnya warga menulis sesuatu di media sosial. Namun, ada ancaman sebenarnya yaitu undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) yang masyarakat awam tidak menyadarinya.
Mendapat berbagai pertanyaan dan tanggapan ini, A Hafidh mengaku akan menyampaikan langsung ke Kapolda Riau. Namun, Ia juga sempat mengatakan bahwa akan masalah narkoba dan senjata api menjadi atensi khusus dari Kapolda Riau. Terkait masalah tenaga kerja Cina ilegal, diminta peran serta masyarakat. Jika menemukan lapor ke polisi, imigrasi, maupun TNI.
"Kita harus bersama untuk menyelamatkan anak cucu kita. Kapolri menyampaikan tidak ada ampun bagi penyalahgunaan narkoba. Asal ada fakta dan buktinya, keraskan saja (penanganannya, red)," ujar A Hafidh.
Kegiatan ini selesai jelang Salat Maghrib, sekitar pukul 17.40 WIB. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini