PEKANBARU - Mengaku sebagai anggota kepolisian dan meminta surat kendaraan pengendara yang melintas di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, pria itu ternyata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Yasmardi. Ia berhasil meminta STNK dan SIM pengendara.

Aksi itu dilakukan oleh Yasmardi alias Adi itu pada hari Senin (21/6/2021) dini hari.

Saat itu Yasmardi tiba-tiba saja menghadang pengendara mobil Pick Up yang hendak pergi ke AKAP. Yasmardi menghentikan mobil dengan sepeda motornya, lalu mengaku sebagai polisi dan meminta pengendara mobil yang bernama T Manurung, menyerahkan surat kendaraan berupa STNK dan SIM korban.

Setelah T Manurung menujukkan STNK dan SIM, dan Yasmardi memegang surat-surat kendaraaan tersebut, lalu Yasmardi mengatakan sambil naik ke sepeda motor dengan mengatakan surat-surat biar ambil di pos dan langsung kabur.

Ternyata aksi Yasmardi itu direkam oleh istri T Manurung, dan menjadi viral di media sosial. Hingga akhirnya aparat kepolisian dari Polsek Sukajadi, menangkap Yasmardi yang kembali melakukan keributan di Kafe Panglima, Jalan Teratai, Rabu (23/6/2021) siang. Disana pelaku membuat pengunjung ketakutan.

Saat sudah diamankan dan dibawa ke Polsek Sukajadi, Yasmardi memberi keterangan bertele-tele. Disana ia juga berkata sesuka hati.

"Kita tes urine negatif. Disana kita curiga dia mengalami gangguan jiwa. Keluarga juga sudah datang dan menunjukkan kartu berobat di rumah sakit jiwa," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, kepada GoRiau.Com, Kamis (24/6/2021) malam.

Saat di diinterogasi, Yasmardi juga mengaku telah mengambil STNK dan SIM pengemudi pickup beberapa waktu lalu. Ia menyebut, mengambil STNK dan SIM T Manurung karena pengemudi mengemudikan mobilnya terlalu kencang.

"Pelaku ini marah, karena mobil itu kencang kali, debunya berterbangan kena muka pelaku. Makanya dia kejar," terang Nandang.

Saat ini pelaku telah diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan. Ia diantarkan petugas Polsek Sukajadi ke RSJ Tampan. ***