PEKANBARU, GORIAU.COM - Dua pejabat Pemprov Riau, Plt Kepala BPM Bangdes H Daswanto dan Plt Kepala Kesbangpol Nihzamul, menilai kinerja Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) tidak independen. Keduanya menganggap, Tim Pansel masih subjektif dalam memberikan penilaian.

"Saya menilai, Tim  Pansel tidak objektif dalam melakukan penilaian. Mereka itu tidak independen dan subjektif," kata Daswanto.

Daswanto mengungkapkan, sebanyak 13 pejabat yang dinyatakan tidak lulus assessment oleh Pansel itu, merupakan 'korban' like and dislike semata. Dia menyebutkan, 13 pejabat itu sudah berpengalaman dan masih menjabat.

"Bahkan ada yang sudah puluhan tahun mengabdi. Artinya, secara manajerial mereka itu sudah bagus. Seharusnya, ini juga menjadi penilaian Tim Pansel," tegasnya.

.Daswanto juga mengkritik Tim Pansel pada proses tes kompetensi pejabat itu. Tes yang diberikan, tidak sesuai dengan jabatan yang dipilih oleh pejabat bersangkutan.

"Seharusnya, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan itu, sesuai dengan tugas dan fungsi jabatan yang akan kita pilih. Ini kan tidak, pertanyaannya hanya bersifat umum saja," ulasnya.

Senada dengan Daswanto, Plt kepala Kesbangpol Riau Nizhamul, juga mengaku kecewa dengan Tim Pansel. "Sangat-sangat tidak independen," sebutnya.

Nizhamul mengatakan, jika Tim Pansel tidak sepenuhnya menjalankan proses asesmen sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia menilai, Tim Pansel masih 'ditunggangi' oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan.

"Contohnya, ada pejabat yang memasuki usia pensiun masih diikutkan. Kemudian, ada pejabat yang belum cukup pangkatnya, juga bisa tes assessment. Kan aneh," terangnya.

Padahal kata Nizhamul, sudah ada ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UU ASN dalam proses asesmen. "Kecuali, kalau kita ini lelang jabatan terbuka. Ini kan tidak," tutupnya.

Seperti diketahui, ada 13 nama pejabat Pemprov Riau yang saat ini masih menjabat, tidak lulus. 13 pejabat yang tidak lulus tersebut antara lain, Wan Amir Firdaus (Plt Asisten II), Alimuddin (Plt Kepala BP2T), Daswanto (Plt Kepala Bappemasbangdes), Adizar M Noer (Plt Kadishub), Nizamul (Plt kepala Kesbangpolinmas), Zakaria (Plt Karo Kesra).

Kemudian, Lisda (Plt Kepala Pemberdayaan Perempuan PA),  Basriman (Plt Staf Ahli Gubernur Riau), Raja Zulkarnain (Plt Kaban Pengelola Perbatasan), Mizwar Effendi (Plt Kadinsos), Amir Husin (Plt Direktur RSUD), Rajab (Plt Direktur RSJ Tampan) dan Taufik (Plt Sekretaris Korpri).***