
PEKANBARU, GORIAU.COM - Rapat Tim Harga Tandan Buah Segar (TBS) Disbun Riau pada pekan ke-4 bulan Februari (26 Februari - 4 Mei 2014) memutuskan harga TBS mengalami kenaikan sebesar Rp 36 perkilogram. Rapat yang dilakukan di Aula Disbun Riau, Pekanbaru, Selasa (25/2/2014) ini dihadiri oleh perwakilan petani yang tergabung ke dalam Aspekpir Riau, PTPN 5, PT. Musim Mas, PT. Asian Agri, PT. Tasmapuja, dan PT. Astra Agro Lestari dan PT Citra Riau Sarana.
Rincian harga TBS yaitu, untuk umur 3 tahun seharga Rp 1.471,32/kg, umur 4 tahun seharga Rp 1.643,12/kg, umur 5 tahun seharga Rp 1.758,30/kg, umur 6 tahun seharga Rp 1.809,93/kg, umur 7 tahun seharga Rp 1.879,04/kg, umur 8 tahun seharga Rp 1.937,61/kg, umur 9 tahun seharga Rp. 1.999,77/kg, dan untuk umur 10 tahun ke atas seharga Rp 2.055,57/kg.
Sedangkan untuk palm kernel oil (PKO) harganya adalah Rp 6.260,61/kg dan CPO dengan harga Rp 9.141,90/kg, dengan Indeks K adalah 88,65%.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs Zulher MS, menyatakan bahwa kenaikan ini murni karena turunnya produksi sawit atau trek dalam beberapa bulan terakhir. Treknya produksi dialami hampir seluruh perusahaan perkebunan maupun kebun masyarakat dan diperkirakan akan terjadi beberapa bulan ke depan.
Turunnya produksi tentu berimbas kepada serapan buah yang diterima oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Dan pada akhirnya akan meningkatkan daya jual.
''Karena itulah diperkirakan Harga TBS akan terus naik dalam beberapa bulan ke depan,'' terang Zulher.
Untuk mengatasi turunnya produksi TBS menurutnya tidak dapat diatasi secara langsung, baik oleh petani, perusahaan, maupun pemerintah karena turunnya produksi merupakan salah satu siklus kelapa sawit. Kelapa sawit itu ada kalanya turun produksinya dan ada kala pula naik produksinya.
''Secara teknis kita dapat meningkatkan produksi nantinya yaitu dengan memperbaiki kualitas pengelolaan kebun seperti menjaga pemupukan dan pemanenan yang sesuai dengan anjuran,'' tambah Zulher. (rls)