
RENGAT, GORIAU.COM - Tradisi Yasinan yang digelar SMP Negeri 1 Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau, setiap Jumat, terpaksa dilaksanakan di lapangan basket karena musholla sekolah hanya berukurkan 6x7 meter dan tidak mampu menampung 357 siswa. Musholla yang ada hanya mampu menampung 150 siswa.
Selain itu, untuk sholat berjamaah, musholla yang ada juga tidak bisa digunakan sehingga siswa terpaksa sholat berjamaan di surau warga.
Kepala SMPN 1 Rengat Barat, Raja Aini ketika dikonfirmasikan wartawan usai melaksanakan pembacaan yasin bersama siswa, Jumat (22/3/2013) mengatakan, kegiatan pembacaan yasin dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat sebelum siswa melaksanakan kegiatan belajar.
''Kondisi kita memang begini, jadi terpaksa namun yasinan digelar di lapangan basket karena musholla sekolah hanya mampu menampung sekitar 150 orang siswa dari jumlah siswa sebanyak 357 orang,'' ujarnya.
Selain itu, seluruh siswa yang beragama Islam diwajibkan melaksanakan sholat zuhur berjamaah. Karena minimnya tempat, sebagian siswa terpaksa menumpang ke surau warga yang berada di sekitar sekolah.
"Musholla sekolah hanya bisa menampung siswa kelas VII dan kelas VIII, sedangkan siswa kelas IX terpaksa menumpang sholat di surau warga, hal ini terpaksa dilakukan karena mengingat jam sholat agar tidak terlewatkan sehingga mengganggu jam belajar," sebutnya.
Menyikapi hal tersebut, Raja Aini berencana akan mengajukan proposal ke Pemkab Inhu untuk rehab dan perluasan musholla SMPN 1 Rengat Barat. Sebab, setiap tahun jumlah siswa semakin bertambah. Kegiatan ini juga untuk meminimalisir kegiatan siswa ke luar sekolah pada jam sholat zuhur berjamaah.
"Kami berharap Pemkab Inhu memberikan bantuan ke sekolah ini untuk rehab dan perluasan ukuran musholla. Karena bukan tidak mungkin kegiatan siswa ke luar sekolah untuk melaksanakan sholat jemaah bisa berdampak tidak baik terhadap warga sekitar sekolah. Selain itu, keselamatan siswa juga terancam karena siswa terpaksa menyeberang jalan menuju surau warga tersebut," harap Aini. (aun)