PEKANBARU, GORIAU.COM - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Riau tetap mengedapankan perjuangan untuk mempermudah para nelayan di seluruh pesisir Riau dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari melaut dan pulang membawa hasil yang berkah.
Dengan mengusung tema kesejahteraan keluarga nelayan, dan masyarakat pesisir di Provinsi Riau, Dewan Pimpinan Daerah HNSI Riau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang pertama, Sabtu (11/4/2015) besok di Hotel Furaya, Pekanbaru.
"Musda mulai Sabtu hingga Minggu nanti di Hotel Furaya Pekanbaru. Ini yang pertama untuk memilih kepengurusan HSNI Riau, bertujuan untuk tetap mengedepankan kesejahteraan keluarga nelayan, dan masyarakat pesisir Riau," jelas Ketua panitia Musda, Juprian melalui siaran persnya yang diterima GoRiau.com, Kamis (9/4/2015).
Kegiatan Musda digelar sesuai dengan SK DPD HSNI pusat, Kep-001/PAN/DPD/-HSNI/RIAU/III/2015. Acara akan dihadiri oleh seluruh perwakilan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.
"Akan hadir perwakilan DPC seluruh Kabupaten/Kota HSNI di Riau. Mengedapankan musyawarah akan dibicarakan lebih dalam mengenai tujuan organiasai ke depannya, terutama kesejahteraan nelayan, dan keluarga," terangnya.
Keberadaan HSNI sendiri lanjut Juprian selaras dengan visi misi Presiden Joko Widodo yang mengedepankan potensi kelautan. Mulai dari poros maritim, hingga cita-cita membuat tol laut di Indonesia.
Poros Maritim menjadi poin penting bagi HSNI Riau, karena provinsi Riau yang berada di jalur strategis perdagangan internasional, Selat Malaka. Riau juga menjadi kawasan poros maritim yang penting bagi Indonesia, ini karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia.
Kondisi geografis ini justru seharusnya menguntungkan bagi nelayan Riau, karena dekat dengan pasar internasional. Produk tangkapan perairan nelayan riau bisa langsung memangkas biaya transportasi, karena dekat dengan kedua negara tetangga tersebut.
Sayangnya kondisi ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penghasilan, dan kehidupan para nelayan. Banyak nelayan tradisional di Riau yang hidup jauh di bawah garis kesejahteraan. "Persoalan kesejahteraan nelayan ini juga yang aka kita perjuangkan secara bersama-sama," tegasnya.***