
TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kuansing aktif dalam menyuarakan kepentingan guru. Sebab, PGRI didirikan untuk mengontrol kebijakan pemerintah berkenaan dengan guru.
"PGRI di tempat kita ini abal-abal, entah ada entah tidak. Sekretariatnya saja saya tidak pernah tahu," ujar Muharman usai melantik delapan Kepala Sekolah (Kepsek) di Aula SMK Negeri 2 Telukkuantan, Selasa (8/9/2015) siang.
Padahal, lanjut Muharman, PGRI sangat berperan penting dalam pengembangan kompetensi guru, mutu pendidikan dan kesejahteraan guru. "Organisasi ini harus menyuarakan kepentingan guru."
"Belum pernah saya lihat, saya dengar PGRI demo menyuarakan insentif yang belum dibayarkan," lanjut Muharman.
Idealnya, lanjut Muharman, PGRI Kuansing menjadi wadah perjuangan guru-guru dalam mencapai kesejahteraannya. Jika PGRI berperan dengan baik, tentu 6.000 lebih guru bisa diakomodir secara baik.
"Begitu banyak guru di Kuansing, seharusnya bisa membuat gedung guru seperti di Pekanbaru. Ini perlu jadi pemikiran kita bersama, bagaimana organisasi ini bisa menjadi wadah dalam pengembangan dunia pendidikan," urai Muharman.
Selain itu, Muharman juga menyinggung keberadaan koperasi guru yang seharusnya bisa meningkatkan kesejahteraan guru. Sebab, tidak ada guru yang kaya di Kuansing ini. "Jika ada yang kaya, berarti dia punya penghasilan lain."
"Makanya, koperasi guru harus diaktifkan guna menunjang perekonomian guru di Kuansing," pungkas Muharman.(***)