
PEKANBARU - Langkah baru dalam memperjuangkan kesejahteraan dan harmonisasi iklim kerja pegawai resmi ditorehkan. Serikat Pekerja Bank Riau Kepri (BRK) Syariah sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) perdana di Gedung Menara Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru, Minggu (23/8/2026).
Pertemuan ini menyatukan perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari Riau dan Kepulauan Riau, cabang pembantu, peserta peninjau, serta jajaran pengurus DPP. Agenda penting tersebut juga turut disaksikan oleh sejumlah pemangku kepentingan daerah.
Hadir dalam acara tersebut Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Riau, Rio Murphi, dan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Disnakertrans Riau, Yulismar. Dari unsur internal perusahaan, hadir Plt Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah.
Ketua Panitia Mubes, Sudirman menjelaskan, proses pemilihan pemimpin baru serikat ini berlangsung dinamis dengan menghadirkan tiga kandidat utama yang bersaing, yakni Syahrul, Radi Makna, dan M Dwi Harsyadi Putra.
"Musyawarah besar serikat pekerja pertama BRK Syariah alhamdulillah telah sukses dilaksanakan. Saat proses pencalonan terdapat tiga kandidat," jelasnya.
Ia merinci, sesuai dengan ketentuan AD/ART, setiap kandidat harus mengantongi minimal 30 persen dukungan suara dari para pemilik hak pilih untuk melaju ke tahap berikutnya. Dari seleksi awal tersebut, hanya dua nama yang memenuhi ambang batas, yakni Radi Makna dan M Dwi Harsyadi Putra.
"Setelah itu kemudian dilakukan debat visi misi dan dilakukan pemilihan secara langsung. Hasilnya, Radi Makna mendapatkan suara terbanyak dan terpilih menjadi Ketua Serikat Pekerja Pertama BRK Syariah," ungkapnya.
Menanggapi kemenangannya, Ketua Terpilih Serikat Pekerja BRK Syariah, Radi Makna menyampaikan apresiasi mendalam atas amanah yang diberikan. Langkah terdekat yang akan diambilnya adalah segera merampungkan susunan struktur kepengurusan agar roda organisasi bisa segera berjalan.
"Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Kami akan segera membentuk kepengurusan. Dengan adanya serikat ini, tentunya diharapkan bisa menjadi mitra strategis untuk kemajuan perusahaan dan kesejahteraan pegawai," tekannya.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah yang membuka Mubes tersebut memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya wadah aspirasi pegawai ini.
"Momentum bersejarah ini memiliki arti penting bagi perjalanan Serikat Pekerja Bank Riau Kepri Syariah. Musyawarah Besar bukan hanya menjadi forum untuk membentuk dan memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam mendukung kemajuan perusahaan," paparnya.
Ia berharap serikat pekerja mampu menjaga soliditas dan menjadi mitra strategis manajemen dalam menciptakan iklim kerja yang sehat, produktif, dan profesional. Menurutnya, dinamika dan perbedaan pandangan adalah hal lumrah dalam sebuah kemitraan korporasi.
"Kemitraan yang sehat adalah ketika setiap perbedaan dapat dikelola melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah untuk menghasilkan solusi terbaik bagi perusahaan dan seluruh pegawai," terangnya.
Fajar turut mengajak seluruh elemen perusahaan untuk memusatkan energi demi mewujudkan BRK Syariah yang semakin tangguh dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.
"Saya percaya, apabila manajemen dan seluruh insan BRK Syariah dapat terus menjaga persatuan, saling menghargai, dan bekerja dalam semangat kolaborasi, maka berbagai tantangan akan dapat kita hadapi dengan lebih baik," pungkasnya. ***