PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Masyarakat Peduli Api (MPA) se Kecamatan Pelalawan akhirnya secara resmi dikukuhkan oleh Camat Pelalawan, Djoko Purnomo di aula kantor Kecamatan Pelalawan, Senin (2/6/2014).

Pembentukan, pengukuhan serta pelatihan MPA merupakan kerjasama yang dilakukan oleh PT SAU bersama mitra kerjanya yakni PT Madukoro, CV Tuah Negeri, CV Mutiara Lestari, CV Alam Lestari dan CV Harapan Jaya bersama unsur Upika Kecamatan Pelalawan beserta Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Pelalawan.

Acara pembentukan, pengukuhan serta pelatihan MPA ternyata cukup menarik animo masyarakat di wilayah administrasi Kecamatan Pelalawan. Tidak kurang, sekitar 90-an warga yang terdiri dari Kelurahan Pelalawan, Desa Sering, Delik, Ransang, Kuala Tolam dan Sungai Ara hadir dan berpartispasi dalam kegiatan sukarela tersebut.

Perwakilan Manajemen PT Selaras Abadi Utama (SAU), H Suparjo mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pembentukan MPA merupakan salah satu jawaban atas pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

''Perusahaan berupaya memfasilitasi dan memberikan bekal pelatihan kepada masyarakat mengingat resiko kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau sangat tinggi, salah satunya dengan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA),'' kata Suparjo.

Meskipun MPA sudah terbentuk, Suparjo juga mengatakan potensi kebakaran hutan dan lahan dirasakan masih sangat tinggi karena pengetahuan masyarakat tentang dampak kebakaran hutan masih sangat minim.

''Sudah menjadi rahasia umum kebakaran hutan dan lahan terjadi karena ulah oknum masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Sayang sekali apabila terdapat kabut asap hasil kebakaran tentu saja akan merugikan masyarakat, apalagi anak-anak yang harus diliburkan sekolahnya karena asap,'' jelas Suparjo.

Ia juga mengatakan, dalam mencegah munculnya Karhutla, PT SAU bersama mitra kerja selalu menerapkan zero burning dalam melakukan pengelolaan lahan mengingat kerugian dari kebakaran hutan sangat merugikan dilihat dari aspek manapun.

Camat Pelalawan, Djoko Purnomo juga mengamini apabila munculnya titik api karena ulah tangan manusia. Pihaknya juga berharap, dengan dibentuknya MPA di Kecamatan Pelalawan potensi kebakaran dapat diminimalisir. ''Kami sangat berharap tahun depan tidak ada lagi kebakaran,'' jelas Djoko.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/03062014/padam2jpg-903.jpgPeserta MPA dilatih untuk melakukan pemadaman api menggunakan alat Pemadaman api ringan.Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Pemulihan Kualitas Lingkungan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan, Widiyani menjelaskan, jumlah titik api dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pihaknya mencatat, selama periode Januari hingga April 2014 terdapat sebanyak 381 titik api. Berbeda dengan periode Januari 2013 silam yang hanya terdapat 78 titik api.

Ia menambahkan penyebab kebakaran hutan dan lahan lebih banyak terjadi akibat ulah oknum masyarakat saat membuka lahan yang tidak terkendali. ''Kalau kami mengamati 99 persen kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat ulah manusia. Masyarakat maunya dengan cara instan dan cepat yakni dengan membakar,' terang Widiyani.

Selain itu pihaknya juga mencatat, kebakaran hutan dan lahan terjadi karena munculnya sengketa lahan baik itu antar masyarakat maupun masyarakat dengan perusahaan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Sarana, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pelelawan, T. Indera Hidayat menjelaskan, pemadaman api akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan antisipasi terakhir.

Namun, yang menjadi faktor yang paling utama adalah upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Pihaknya juga menggaris bawahi upaya penaggulangan kebakaran hutan dan lahan harus juga ada partisipasi masyarakat dan tentu saja harus ada hubungan yang sinergi baik masyarakat, pemerintah maupun perusahaan.

''Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selain itu tindakan yang melanggar hukum, hal ini juga merugikan masyarakat umum. Dan apabila ditemukan lahan yang terbakar segera laporkan kepada pihak terkait untuk dilakukan pemadaman,'' terang Indera.

Pada akhir sosialisasi sebanyak 90-an warga yang tergabung dalam MPA Kecamatan Pelalawan melakukan simulasi pemadaman dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan juga menggunakan mesin pompa bertekanan tinggi. Selain dibekali dengan sosialisasi dan pelatihan, peserta MPA juga diberikan atribut pemadaman baik itu seragam, topi, sepatu bot dan mesin pompa bertekanan tinggi untuk menunjang aktifitas MPA. (rls)