PEKANBARU, GORIAU.COM - Najaludin alias Udin Lombok (50), pelaku pembunuhan buruh bangunan di ledeng bangunan jalan Pasir Putih, kelurahan Simpang Tiga kecamatan Bukit Raya, Selasa (28/7/2015) pagi tadi, mengaku tega menghabisi nyawa rekannya lantaran sakit hati sering diejek oleh korban.

"Motif pembunuhan sementara pengakuannya sakit hati atau dendam, karena sering diejek nama binatang. Korban dan pelaku sama-sama buruh bangunan yang bekerja membangun ruko di lokasi kejadian," ujar Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi, Selasa (28/7/2015) sore.

Pengakuan pelaku kepada polisi, ia sudah lama menaruh dendam atas penghinaan yang terus dilontarkan korban kepadanya. Barulah subuh tadi, sekitar pukul 04.00 WIB, ia akhirnya menghabisi nyawa korban dengan menggorok leher bagian belakang dengan parang.

"Dia ini juga ternyata seorang residivist atas kasus pencurian sepeda motor dan pencurian dengan pemberatan (pembobolan rumah,red). Namun dalam kasus ini, pelaku kita jerat atas tuduhan pembunuhan," sambung Kanit di RS Bhayangkara Polda Riau.

Disana, ulas Kanit lagi, pelaku baru bekerja selama empat bulan. Sebelum itu ia tinggal dan menetap berpindah-pindah di Pekanbaru. Saat akan ditangkap di kawasan Marpoyan Damai, Udin sempat berusaha kabur, sehingga petugas terpaksa melepas tembakan ke kaki kanannya. (had)