
SELATPANJANG - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti melakukan monitoring dan evaluating (Monev) di Kecamatan Rangsang Riau. Selama di pulau terluar Indonesia itu, BKD mendatangi beberapa instansi untuk melihat kehadiran pegawai dan mendengar langsung keluhan masyarakat.
Kepala BKD Alizar didampingi Sekretaris Bakharuddin dan Kabid Mutasi Heri Saputra mengatakan, monev itu merupakan kegiatan rutin BKD. Mereka akan melakukan peninjauan bersifat inspeksi mendadak ke semua kecamatan. Ini juga terkait dengan surat edaran bupati tentang peningkatan disiplin pegawai dan pemotongan insentif.
"Monev ini kegiatan rutin kita. Alhamdulillah kehadiran pegawai di Kecamatan Rangsang ada peningkatan (disiplin)," kata Alizar, Rabu (30/8/2017).
Diceritakan Alizar, selama di pulau terluar Indonesia itu, mereka mendatangi beberapa tempat. Diantaranya Kantor Camat Rangsang, UPTD pendidikan, kesehatan, dan pencatatan sipil. Selain itu, mereka juga pergi ke Desa Tanjungmedang untuk meninjau sekolah yang kemarin dapat bantuan guru garis depan (GGD).
"Dengan kehadiran GGD, sekolah bersangkutan sangat terbantu. GGD mengaku betah dan cepat beradaptasi. Mereka betah karena tempat mengajar sekarang lebih baik dibandingkan tempat mereka magang sebelum diangkat jadi GGD," ujar Alizar lagi.
Disamping itu pula, BKD Kepulauan Meranti juga menerima keluhan terkait kurangnya bidan dan tidak ada dokter gigi di Pulau Rangsang. Sekitar 3 desa belum ada bidan. "Untuk kekurangan ini, kita akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan (Diskes)," kata Heri Saputra.
Ditambahkan Bakharuddin, monev BKD akan dilakukan di semua kecamatan. Kedatangan mereka bisa saja secara tiba-tiba untuk melihat kehadiran pegawai. Kalau kedapatan pegawai bolos kerja, pasti akan ada sanksi kepada yang bersangkutan.
"Kita akan sidak nanti, kita akan datang ke tiap kecamatan. Waktunya tidak kita tentukan," tambah Bakharuddin. ***