
PEKANBARU - Seorang pria pengangguran berinisial Is (17), terpaksa berurusan dengan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, Kota Pekanbaru-Riau, setelah ketahuan berhubungan intim dengan seorang siswi di bawah umur. Ia tak bisa mengelak, usai dijebak orangtua korban.
Bermodalkan rayuan maut yang ia lancarkan via Blackberry Massager, Is pun nekat mengajak kencan seorang siswi berusia 14 tahun, sebut saja namanya Cici. Setelah korban terpedaya, Is kemudian membawa Cici ke belakang Purna MTQ. Tentunya sudah bisa ditebak apa niat Is yang sebenarnya.
Tak menyia-nyiakan waktu, ditambah suasan gelap dan sepi, Is langsung 'bergerilya'. Singkat kata, hubungan intim pun terjadi antara mereka berdua. Namun belum selesai perbuatan asusila tersebut, Cici minta disudahi, dengan alasan takut ketahuan orang. Is pun terpaksa gigit jari.
Rupanya perbuatan pemuda ini berbuntut panjang. Orangtua Cici akhirnya mencium hubungan terlarang anak gadisnya. Is pun dipancing Ortu korban untuk kencan kedua. Tentunya itu hanya trik dari orangtua supaya Is keluar, namun Is yang sudah di ubun-ubun itu tidak menyadarinya.
"Orangtua korban yang mengamankan Is lalu menyerahkannya kepada kita untuk diproses. Yang bersangkutan mengakui semua perbuatannya," sebut Kapolsek Bukit Raya, Kompol Ricky Richardo, melalui Kanit Reskrim, Ipda M Bahari Abdi, Senin (22/2/2016) pagi.
Kepada polisi, Is mengaku melakukan perbuatan tersebut pada Sabtu (16/2/2016) malam lalu, tepatnya di belakang Purna MTQ. Ia berdalih bahwa hubungan terlarang ini dilandasi suka sama suka. Meski demikian, tetap saja Is bersalah, karena korbannya adalah anak di bawah umur.
Akibat perbuatannya, pemuda asal Desa Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar ini terpaksa berurusan dengan aparat berwajib, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ia tak menyangka, aksi gombal via BBM tersebut berujung dengan hukuman penjara. ***