PEKANBARU - Arus lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai atau Tol Permai terus mencatatkan tren positif. Volume kendaraan yang melintasi jalur ini mengalami peningkatan yang signifikan hingga pertengahan 2026, menjadikannya jalur utama untuk mobilitas warga dan distribusi logistik di Riau.

"Hingga pertengahan tahun 2026, rata-rata lalu lintas harian di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai sudah mencapai 8.277 kendaraan. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang berada di angka 7.860 kendaraan per hari," urai Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah (SBT) PT Hutama Karya (Persero), Untung Joko Ristyono, Kamis (16/7/2026).

Infrastruktur Lengkap Dukung Pengguna Jalan

Ruas tol sepanjang 131,69 kilometer ini dirancang menggunakan konstruksi flexible pavement yang melintasi berbagai wilayah strategis di Provinsi Riau. Untuk memastikan kelancaran akses keluar masuk kendaraan, pengelola telah menyiapkan tujuh gerbang tol (GT) yang tersebar dari ujung ke ujung.

Tujuh gerbang tol tersebut meliputi:

  • GT Pekanbaru
  • GT Minas
  • GT Kandis Utara
  • GT Kandis Selatan
  • GT Pinggir
  • GT Bathin Solapan
  • GT Dumai

Jalan bebas hambatan ini juga memiliki enam interchange serta sembilan titik tempat istirahat (rest area) yang dirancang untuk memberikan kenyamanan perjalanan jarak jauh bagi para pengguna jalan.

Kesembilan fasilitas istirahat itu berada di RA 14 B, RA 15 A dan B, RA 45 A, RA 46 B, RA 65 A dan B, serta RA 82 A dan B.

Jejak Operasional dan Peran Strategis

Pembangunan infrastruktur ini memiliki rekam jejak legal dan operasional yang terstruktur. Tol Pekanbaru–Dumai mulai beroperasi resmi 26 September 2020. Sebelumnya, ruas ini telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) 9 September 2020 dan Keputusan Menteri Operasi 21 September 2020. Sementara itu, tarif tol baru mulai diberlakukan 10 November 2020.

Meningkatnya arus lalu lintas harian hingga menembus angka ribuan kendaraan menunjukkan vitalitas jalan tol ini bagi perkembangan ekonomi daerah.

"Peningkatan volume kendaraan ini menunjukkan peran strategis Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dalam mendukung konektivitas wilayah, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat di Provinsi Riau," jelasnya. ***