
JAKARTA – Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan (39), masih menyisakan tanda tanya. Terbaru, keluarga mengungkap alasan Meta Ayu Puspitantri, istri Arya Daru, berkali-kali menghubungi Polsek Menteng pada dini hari sebelum kabar duka itu mencuat.
Arya ditemukan tewas di kamar indekos Guest House Gondia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025), dengan kondisi wajah terbungkus lakban kuning. Polisi sebelumnya menyatakan tidak ada indikasi tindak pidana, namun publik menilai kesimpulan itu belum menjawab semua kejanggalan.
Kakak kandung Meta Ayu mengklarifikasi bahwa adiknya benar-benar menelepon Polsek Menteng berulang kali pada dini hari 8 Juli 2025. “Benar, dia telepon Polsek Menteng sekitar lima kali setelah lewat tengah malam. Tapi tidak mendapat jawaban,” ungkapnya melalui kanal YouTube Anjas Asmara, Selasa (19/8/2025).
Menurut penuturan keluarga, kepanikan Meta Ayu dipicu oleh hilangnya komunikasi dengan sang suami sejak malam sebelumnya. Terakhir, Arya mengabarkan sedang menunggu taksi, namun setelah pukul 21.18 WIB, pesan WhatsApp miliknya hanya centang satu dan tidak pernah terbaca lagi.
Kekhawatiran Meta Ayu bukan tanpa alasan. Ia dan Arya sudah saling mengenal sejak masa sekolah dasar, sebelum akhirnya menikah. Kedekatan itulah yang membuat instingnya semakin kuat ketika tidak bisa menghubungi sang suami.
“Sebagai istri, ia panik. Itu sama sekali bukan kebiasaan almarhum. Mereka punya ikatan batin yang sangat kuat,” jelas kakaknya.
Kematian Arya Daru masih menyisakan misteri. Publik menanti penjelasan lebih rinci dari aparat penegak hukum, sementara keluarga terus berharap ada titik terang di balik peristiwa yang menggemparkan ini. ***