
SELATPANJANG - Saat jalan santai sempena hari jadi ke-9 Kepulauan Meranti, Minggu (17/12/2017) pagi, panitia menyiapkan hadiah khusus untuk siswa sekolah dasar (SD). Untuk mendapatkan hadiah itu, siswa harus menjawab pertanyaan dari panitia.
Kesempatan pertama menyampaikan pertanyaan diberikan kepada Ustaz Fahmi. Sedangkan hadiahnya berupa sepeda gunung. Hadiah ini khusus buat anak laki-laki.
Pertanyaan yang diberikan Ustaz Fahmi adalah siapa nama orang tua (Ibu dan Bapak) Nabi Muhammad SAW. Serta tanggal berapa Nabi Muhammad SAW lahir.
Setelah pertanyaan dibacakan, beberapa saat tak ada anak laki-laki yang ikut gerak jalan santai mengacungkan tangan. Tak lama setelah itu, naik lah anak laki-laki.
Namun apa yang terjadi, anak laki-laki yang naik ke panggung ternyata tak bisa menyebutkan nama orang tua Nabi Muhammad SAW. Terpaksa panitia menggantikan dengan murid SD yang lain.
Setelah beberapa orang gagal, naik anak berbaju hijau.
Ketika ditanya panitia, ternyata anak ini menuntut ilmu di salah satu SD Islam di Kota Selatpanjang. Ia berhasil menyebutkan nama Ibu, nama bapak, dan tanggal lahir Nabi Muhammad SAW.
"Nama Ibu Nabi Muhammad, Aminah. Nama Ayah Nabi Muhammad Abdullah, dan tanggal lahir Nabi Muhammad 12 Rabi'ul Awwal," kata anak berbaju hijau tersebut.
Selain itu, ada juga yang salah menyebutkan tujuan ummat muslim ke Mekkah setiap tahun. Dan nama peniup sangkakala pun ada yang tak tahu.
Ustaz Fahmi juga memberikan kepada siswa yang bisa membacakan surah pendek.
Lalu Edi Masyhudi menanyakan nama kecamatan dan nama Wakil Bupati Kepulauan Meranti. Istri Said Hasyim menanyakan rukun islam dan rukun iman. Sedangkan Istri Sekda Icut menanyakan tanggal hari jadi Kepulauan Meranti dan nama Bupati Kepulauan Meranti.
Haryanto, salah seorang peserta gerak jalan santai mengaku prihatin atas ketidaktahuan anak-anak tentang Nabi Muhammad. "Waktu kecil-kecil dulu, kami belajar agama sepulang SD. Orang tua juga membeli buku kisah nabi-nabi. Itu menjadi bacaan kesukaan," kata Haryanto.
Sementara itu, Firda, yang juga peserta gerak jalan sehat berharap pihak terkait memperhatikan kondisi ini. Menurutnya, jangan sampai pengetahuan agama anak-anak terkikis oleh perkembangan zaman.
"Jangan anggap ini masalah sepele. Anak-anak harus mendapatkan pelajaran agama. Semoga pemerintah bisa tanggap setelah ini, orang tua juga harus memasukkan anak ke madrasah," ujar Firda.
Namun ada hal menggembirakan.
Ketika Ustaz Fahmi meminta anak-anak yang hafal surah di Alquran, banyak yang berhasil. Beberapa surah yang berhasil dibacakan secara langsung oleh anak-anak SD antara lain, Surah An-Naba, Surah Al-Wakiah, Surah Ar-Rahman, dan beberapa surah pendek lainnya. ***