PEKANBARU - Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP2D) DPRD Riau, Ma'mun Solihin mengaku sangat menyayangkan lambatnya proses pengajuan kelengkapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) konversi Bank Riau Kepri Syariah.

Dikatakan Politisi PDIP ini, BRK sudah jauh-jauh hari mensosialisasikan tentang kepindahan mereka dari konvensional ke syariah, namun draft tersebut bau diserahkan pada September 2020 silam.

"Prosesnya itu kan kita harus ada surat dulu dari gubernur ke pimpinan, dari pimpinan baru ke kita. Nah, itu baru disampaikan September lalu, padahal sosialiasi nya sudah lama. Saya sebagai ketua BP2D cukup tersinggung," kata Ma'mun kepada GoRiau.com, Senin (16/11/2020).

Menurut Ma'mun, Biro Ekonomi selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengurusi BRK kurang peduli terhadap pentingnya payung hukum dalam setiap kebijakan, dia tidak menampik jika ada tafsiran bahwa DPRD Riau kurang dianggap oleh Pemprov.

"Ada juga kawan-kawan yang berpikiran begitu, jadi ketika butuh baru dorong-dorongan. Kalau tidak, ya tidak peduli. Makanya saya sedih juga, BRK ini punya semangat yang kuat dan sudah memenuhi syarat yang cukup panjang. Tapi sinergisitas dengan Biro Ekonomi cukup lemah," jelasnya.

Apalagi, BRK saat ini punya kepentingan di dua Ranperda, yang pertama Perda tentang rencana konversi dan kedua soal penyertaan modal yang saat ini saham Pemprov kurang dari 51 persen.

"Yang ini belum selesai, tapi penyertaan modal sudah ngegas, dan yang penyertaan modal baru sampai ke meja kita pagi ini," tuturnya.

Lebih jauh, Ma'mun cukup mengapresiasi jajaran direksi BRK yang cukup serius dalam mempersiapkan payung hukum terkait konversi ini, dimana semua jajaran direksi memenuhi undangan BP2D. Sebelumnya, hal ini belum pernah terjadi.

"Jadi kita sudah rapat dan sudah saya tandatangani ke pimpinan supaya dijadwalkan ini ke Banmus, kemudian nanti diparipurnakan dan dibuat Pansus, saya rasa teman-teman dewan sudah dibekali berbagai informasi tentang Ranperda ini, jadi tidak begitu lama lah. Mungkin bisa selesai akhir tahun atau awal tahun nanti," tutupnya.***