
BANGKINANG – Tak ada yang bisa menebak garis tangan dan takdir hidup seseorang. Begitu pula kisah Nazaruddin, pria 53 tahun yang akrab disapa Ocu Tanco. Aktivitasnya sehari-hari sebagai penjual buah durian ternyata menjadi bagian dari perjalanan panjang yang akhirnya membawanya dilantik sebagai ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Kampar, Selasa (3/6/2025) lalu.
Siapa sangka, di usia kepala lima, Tanco resmi menyandang status sebagai pegawai pemerintah. Padahal, sepuluh tahun terakhir ia tercatat sebagai anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Dinas Sosial Kabupaten Kampar.
"Alhamdulillah, ini semua takdir dari Allah SWT. Di usia seperti ini saya tidak menyangka bisa menjadi ASN. Rasanya tak mungkin lagi, tapi ternyata nasib berkata lain. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan menjalani hidup dengan ikhlas. Semuanya mengalir begitu saja," ungkap ayah lima anak ini dengan mata berkaca-kaca, saat ditemui di kediamannya, Senin (9/6/2025).
Perjalanan hidup Tanco tak selalu mulus. Ia sempat melalui masa sulit dalam kehidupan rumah tangga yang berakhir dengan perpisahan bersama istri pertamanya, ibu dari keempat anaknya. Namun hidup terus berjalan. Kini ia telah membina rumah tangga baru dan dikaruniai seorang anak yang masih duduk di bangku kelas satu SD.
“Namanya juga dinamika rumah tangga, sudah cukup lama itu berlalu. Kami masing-masing sudah membangun kehidupan baru. Alhamdulillah, saya baru saja menikahkan anak pertama kami di Tanjung Uban, Kepri, beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Di luar aktivitas sebagai petugas Tagana, Tanco dikenal sebagai pedagang buah, khususnya durian. Setiap sore hingga malam hari, ia berjualan di pinggir jalan Pekanbaru. Kadang menggunakan sepeda motor, kadang menyewa mobil untuk membawa dagangannya.
“Namanya juga pedagang kecil, itulah cara saya menafkahi kelima anak saya. Alhamdulillah, anak pertama sudah menikah pekan lalu, hanya beberapa hari sebelum saya dilantik jadi PPPK,” tutur anak kedua dari sembilan bersaudara ini.
Tanco pun menyampaikan rasa terima kasih kepada banyak pihak yang telah mendukungnya hingga bisa menjadi ASN PPPK.
“Terutama kepada istri yang selama ini selalu mendukung dan mendoakan saya serta keluarga besar, adik-adik dan kerabat yang ikut mendorong saya untuk terus berjuang,” ucap alumni STM Muhammadiyah Pekanbaru (sekarang SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru).
Tak lupa, ia mengenang jasa kedua orang tuanya yang telah wafat belum genap setahun. Kepergian mereka menyisakan kenangan mendalam yang tak akan pernah dilupakan.
"Alhamdulillah, sebelum wafat, orang tua kami sempat kami rawat di rumah. Meskipun belum bisa membalas jasa mereka, kami terus kirimkan doa agar mereka mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," kata Tanco lirih.
Ke depan, Tanco bertekad menjalankan amanah sebagai ASN dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Sementara profesinya sebagai pedagang buah akan tetap dijalani, dengan penyesuaian waktu.
“InsyaAllah, saya akan tetap berdagang. Ada teman dan keluarga yang membantu, jadi saya bisa mengatur waktu,” tutupnya penuh harap. ***