SELATPANJANG, GORIAU.COM - Meski kebakaran hutan dan lahan hanya tinggal asap, tapi masyarakat Desa Tanjung Pisang Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tetap berjaga-jaga. Pasalnya, kebakaran di lahan gambut sering kali api muncul meski sebelumnya sempat dipadamkan, apalagi musim berangin seperti sekarang.
Saat ini api mulai terkendali, ini merupakan berkat kerja keras masyarakat dan semua pihak dalam menangani kebakaran yang terjadi sejak beberapa hari lalu itu.
Sebagaimana disampaikan Kepala Desa Tanjung Pisang, Seliyanto, kepada wartawan, Rabu (26/2/2014). Dia mengaku, pihaknya bersama masyarakat siang dan malam berjaga di lokasi untuk mengawal api agar tidak menjalar lebih luas lagi ke kebun dan lahan warga yang lainnya.
"Apinya sudah padam. Tapi kita terus berjaga, takut nantinya api membesar lagi karena musim angin kuat (kencang, red) sekarang ini," ungkap Kades.
Kades memperkirakan, akibat kebakaran tersebut sekitar 30 lebih Ha kebun sagu habis terbakar. "Lebih kurang 30 Ha. Kebanyakan lahan kebun sagu," tuturnya.
Salah seorang pemilik lahan di sana, Azmi, juga mengakui hal yang sama. Sejak beberapa hari ini, dirinya terus berjaga dilokasi.
"Saya hanya pulang makan saja. Beberapa hari ini siang sampai tengah malam saya berjaga, takut kebun habis terbakar," akuinya.
Pria yang akrab disapa Emi ini menuturkan, bahwa mereka memang sempat kesulitan mengatasi kebakaran, karena sulitnya mendapatakan sumber air serta peralatan untuk memadamkan api. Akan tetapi, mereka tidak kehabisan usaha, bersama masyarakat mereka membuat pembatas api agar tida merembet ke lahan yang belum terbakar.
"Mau tidak mau, kami harus stanby dan dengan peralatan seadanyalah kami mengawal api. Sebab, kalau hanya berdiam diri saja, maka habislah kebun kami," tutur Emi yang juga guru SD di desa Mengkopot.***