SELATPANJANG, GORIAU.COM -Kesuksesan seorang pemimpin bukanlah serta merta terlahir begitu saja. Lalu seperti apa kiat agar menjadi seorang pemimpin yang hebat,?.activate javascript

Dalam bincang-bincang di hari libur Waisak bersama Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti T Akhrial, Selasa (2/6/2015) siang dijelaskanlah beberapa tips yang harus dilakukan agar menjadi pemimpin yang hebat. Didampingi Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan M Edy Afrizal SE MH, lelaki asal Gunung Sahilan itu mulai bercerita.Kata T Akhrial, berdasarkan pengalaman dan teori yang Ia peroleh, pemimpin yang hebat harus mempunya sifat seperti matahari. Dimana pemimpin harus menjadi penghangat namun tidak mematikan. Pemimpin harus bisa memberikan motivasi, menghangatkan dan harus bisa mengayomi bawahannya."Apapun makhluk di muka bumi ini jika tidak terkena sinar matahari akan mati. Kalau pemimpin tidak bisa seperti sifat matahari, percuma saja," kata T Akhrial.Selain itu, dijelaskannya juga dari sifat matahari ini sangat tergambarkan kedisiplinan. Jadi pemimpin harus tepat waktu, disiplin dan tertib. "Jangan menyuruh bawahan tertib tapi dia sendiri tidak tertib," ujarnya lagi.Kemudian dijelaskan T Akhrial juga, pemimpin harus bisa menjadi bulan. Artinya orang pasti akan senang ketika melihat bulan (purnama). "Jangan sekedar menjadi pemimpin, tapi juga harus disenangi bawahan dan orang lain," katanya lagi.Disamping itu pula, sifat yang ada dalam diri pemimpin adalah seperti angin. Dimana pemimpin harus mengisi rongga-rongga yang kosong, saling melengkapi. "Dengan begitu staf dapat bekerja lebih disiplin dan patuh pada aturan," paparnya.Sementara itu, untuk kewibawaan seorang pemimpin kata T Akhrial digambarkan dengan mendung. Orang pasti takut melihat mendung, namun mendung ini tidaklah datang setiap hari dan habis mendung (usai hujan) pasti memberi kesegaran pada makhluk semeste alam. "Dia tidak perlu marah-marah, cukup memberi teguran kepada bawahan, dan bawahan sudah bisa mengikuti," ujar T Akhrial lagi.Untuk mewujudkan itu semua, kata T Akhrial, setiap sebulan sekali Ia sering mengajak pejabat di Meranti untuk berkumpul dan bertukar pendapat. "Sekali sebulan mereka saya panggil, saya berikan nasehat dan motivasi. Kita sudah dewasa semua. Saya sampaikan bahwa jadikanlah kerja itu sebagai ibadah. Kerja harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat," tuturnya lagi.(zal)