TEMBILAHAN- Meski menjadi bangunan termegah dan tertinggi di Negeri Seribu Parit, faktanya, gedung enam lantai yang awalnya dibangun untuk perkuliah mahasiswa Unisi itu hingga kini tidak dipergunakan.

Karena tidak kunjung ditempati itulah, kini, gedung yang dibangun dengan dana puluhan miliar itu kondisinya sangat memprihatinkan.

Seperti pantauan GoRiau.com, Minggu (7/8/2016) terlihat kaca-kaca gedung sudah pecah, dan banyak peralatan gedung yang ikut raib.

Terlihat beberapa remaja yang hilir mudik di sekitar gedung tersebut. Karena tidak kunjung digunakan, gedung itu banyak dimanfaatkan para remaja untuk bersantai di atap gedung.

Bahkan beberapa saksi menuturkan ada juga yang memanfaatkan gedung itu untuk menjadi tempat mengisap lem kambing, karena banyak terdapat bungkus lem kambing yang berserakan.

Entah sampai kapan, gedung yang terletak di Jalan Swarna Bumi Tembilahan atau tepatnya di depan kediaman dinas Bupati Inhil itu tidak digunakan.

Sebelumnya, Bupati Inhil mengatakan belum bisa menggunakan gedung itu karena masih dilakukan audit. Namun saat audit selesai, Bupati mempersilahkan pihak Yayasan Tasik Gemilang (YTG) untuk menggunakan dengan persyaratan harus menyewa.

''Kita persilahkan pihak YTG untuk menggunakan, tapi dengan sistem sewa, karena begitu peraturannya,'' ujar Bupati beberapa bulan lalu saat audit selesai dilakukan.***