JAMUR yang sudah sering kita konsumsi dan dikenal dengan sebutan Mushroom merupakan salah satu jamur yang sangat diminati oleh masyarakat dan jamur ini sangatlah sudah tidak asing lagi. Ada berbagai jenis jamur konsumsi paling banyak di budidayakan yakni, Jamur Kancing (Agraricus bisporus), Jamur shiitake (Kentinus edodes), Jamur Merang (Vollvarella velutipes), Jamur Enokitake (Flamulina velutipes) dan yang terakhir Jamur Tiram (Pleurotus sp). Dan masyarakat berbagai daerah sangat gemar mengkonsumsi jamur Tiram tersebut, dari banyaknya peminat tentu saja kita harus membudidayakan jamur Tiram agar memenuhi stok untuk penjualan. Kita juga harus memilih jenis Jamur Tiram yang terbaik dan Bibit yang berkualitas tinggi agar mendapatkan hasil yang sempurna.

Mengenal lebih jauh Tentang Jamur Tiram.

Jamur Tiram atau Bahasa Ilmiahnya Pleurotus Sp yang membentuk menyerupai Batang Tiram, tetapi bentuk jamur ini sangat tergantung bagaimana pembibitannya jika salah menanam jamur ini tidak membentuk batang tiram dan jika tempat menanam tidaklah berkualitas sudah pasti hasil tidak akan sempurna. Ada dua kriteria tumbunya jamur, jika disisi samping substrat badan buah sering tidak bertangkai atau bertangkai pendek yang letaknya asimetri (seperti Kerang). Jamur Tiram ini sering tumbuh di berbagai jenis limbah industri seperti serbuk gergaji, ampas tebu, jerami, limbah kapas, limbah daun teh dan limbah pertanian lainnya yang mengandung Lignoselulosa. Limbah tersebut sangat banyak ketersediaanya sehingga media untuk menanam sangatlah mudah dan dijadikan pembibitan hingga budi daya jamur Tiram itu sendiri.

Di negara kita sendiri yaitu Indonesia Jenis Jamur tiram yang sering kita temui adalah Jamur Tiram putih. Walau sudah berkembang sejak lama, namun masyarakat Indonesia baru mulai membudidayakan Jamur Tiram pada tahun sembilah puluhan hingga saat ini. Tetapi masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ditingkat Dunia.

Jenis jenis jamur tiram

Ada beberapa jenis jamur tiram tidak hanya yang berwarna putih namun kita harus tau jenis jamur tiram yang lainnya yakni jamur tiram merah (pleurotus flabelatus), jamur tiram kuning ( pleurotus sp), jamur tiram biru ke abu-abuan (pleurotus populinus), jamur tiram biru tua (pleurotus sp), jamur tiram coklat ( pleurotus cystidiosus), jamur tiram kelabu ( pleurotus sajar-caju) dan masih banyak lagi jenis jamur tiram lainnya. Namun diindonesia sangat banyak minat jamur tiram putih atau yang di sebut Pleurotus sp, karena mudah di dapatkan dan rasanya lebih enak jika dikonsumsi. Dan Indonesia banyak mengembangkan budidaya jamur tiram putih tersebut.

Kriteria Bibit Berkualitas

Memilih kriteria Jamur berkualitas tinggi idealnya harus memenuhi standar mutu bibit jamur yang mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia). Dengan demikian namun tujuan produksi jamur yang diinginkan tetap tercapai. Karena menanamnya dirawat dengan cara yang benar maka dari itu mendapatkan jenis jamur yang berkualitas tinggi dan banyak diminati oleh masyarakat,

Memilih Jamur Tiram ini harus memenuhi pemeriksaan standar kualitas lapangan dan standar kualitas laboraturium. Standar lapangan merupakan pemeriksaan jamur secara fisik dengan cara pengamatan langsung terhadap Jamur tersebut, karena kita harus paham kapan pembuatan jamur, masa kedaluarsa sementara standar laboraturium merupakan pemeriksaan dengan cara menanalisis laboraturium yang ketepatannya telah standardisasi, yang meliputi populasi kontaminan (bakteri,jamur kontaminan dan layak atau tidak jika di konsumsi).

Peluang Pembibitan Tamur Tiram

Dimasa sekarang, masyakarat bergelut dengan bisnis usaha yang lain dengan demikian kita mencitakan usaha sendiri dengan penanaman Jamur Tiram ini. Tingkat peminatnya yang sangat banyak membuat masyarakat susah mencari Jamur tersebut. Peluang bisnis menanam jamur ini pun sangat banyak karena dari segi menanamnya yang sangat mudah. Hal ini tentu membuat permintaan bibit jamur tiram turut meningkat pesat. Dari segi lahan penanaman yang dibutuhkan, usaha ini sangat menguntungkan karena selain harga bibit yang cukup tinggi, usaha  dapat dilakukan dilahan yang tidak luas. Modal usaha juga relatif cepat karena pembuatan pembibitan hanya memerlukan waktu yang singkat. Dan peluang pasarnya masih terbuka lebar, baik dipasar maupun nasional.

Peluang pasar bibit jamur dapat diperkirakan berdasarkan permintaan jamur produk, semakin bagus kualitas jamur semakin banyak peminat bibit jamur tersebut. Maka dari itu kita menciptakan bibit yang berkualitas agar membawakan hasil yang berkualitas pula. Peluang membudidayakan jamur ini masih banyak, masyarakat yang ingin mengembangkanya karena peminat dari dalam negri ataupun luar negri masih sangatlah pesat.

Nilai gizi yang terkandung di dalam Jamur Tiram

Bukan hanya rasanya yang enak namun nilai gizi pada jamur ini sangatlah tinggi, banyak orang belum mengetahui nilai gizi yang terkandung dalam jamur tersebut khususnya (jamur tiram putih). Jamur ini dapat diolah berbagai masakan yang kita temui dan dapat kita olah menjadi cemilan sehari hari karena sangatlah mudah untuk mengolah jamur tersebut bukan hanya itu jamur ini juga diyakini sebagai makanan yang menyehatkan jika kita konsumsi. Dari segi gizinya jamur tiram ini mangadndung banyak protein, mengandung berbagai mineral anorganik, dan rendah lemak. Kadar protein dalam jamur tiram ini umumnya 20-40% berat kering sehingga baik di konsumsi lebih baik bila dibandingkan sumber protein lainnya seperti kedelai atau yang berjenis kacang-kacangan. Selain itu, protein jamur tiram ini juga mudah dicerna, dan banyak mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh kita. Mineral yang terjandung dalam jamur tiram adalah mineral makro dan mikro seperti kalsium, fosfor, natrium,kalium, magnesium, besi, copper, mangaan, dan seng yang kesemua dibutuhkan oleh tubuh kita.

Kandungan lemaknya yang rendah mayoritas (72-85% dari total lemak) yang terdiri atas asam lemak tidak jenuh sangat cocok dikonsumsi oleh mereka yang sedang diet. Lemak jamur terutama terdiri dari senyawa asam linoleate. Kandungan asam ini yang tinggi menjadikan jamur tiram sebagai makanan yang menyehatkan. Dan jamur ini juga mengandung sejumlah karbohidrat, serat, dan beberapa vitamin terumana yang ada di dalam jamur tiram ini yakni vitamin B kompleks dan vitamin C.

Selain sebagai sumber protein jamur tiram ini juga mengandung sumber protein, vitamin, dan mineral, jamur tiram juga mengandung senyawa yang berfungsi anti kanker atau anti tumor, anti kolestrol dan antioksidan. Berdasarkan hasil dari penelitian tercatat bahwa jamur tiram putih ini mengandung sejumlah protein 19-30%, Karbohidrat 50-60%, dan mengandung sejumlah asam amino, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflamin), B3 (niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), vitamin C, dan lain lain. Tidak hanya itu di dalam tubuh jamur tiram putih juga mengandung senyawa tannin yang berfungsi sebagai anti-mikroba dan senyawa penghambat penyerapan zat besi.

Faktor yang mempengaruhi Jamur Tiram

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hidup atau tidaknya jamur tiram ini, karena kita juga harus berhati hati agar jamur tiram hidup dengan sempurna. Dari faktor lingkungan kita juga harus lebih memilih suhu media tanam dan suhu udara. Komposisi udara dalam media tanam dan media udara harus memperhatikan kelembapan media tanam dan udara, serta faktor cahaya (intensitas, komposisi dan waktu pencahayaan). Karena faktor cahaya sangat penting digunakan untuk menanam jamur tiram ini.

Lingkungan yang terlalu panas ataupun terlalu dingin dabat menghambat pertumbuhan badan jamur tiram itu sendiri. Dan kita harus memperhatikan, jika lingkungan terlalu dingin kita bisa lengkapi dengan penghangat ruangan agar pertumbuhan badan jamur bisa tumbuh dengan normal. Dan bila suhu udara terlalu panas kita bisa tambahkan alat pendingin ruangan atau siapkan incubator untuk menyesuaikan suhu ruangan pembibitan jamur tiram ini, rata rata jamur tiram di tempatkan dengan suhu  25 Celcius.

Maka dari itu jangan sembarangan dalam menanam jamur tiram ini agar menghasilkan jamur yang sempurna dan mendapatkan badan tubuh jamur yang bagus. Kita juga harus sering melihat perkembangan tumbuh jamur tersebut. Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat.  ***

* Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau