
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Setiap kali hujan turun, sudah bisa dipastikan para siswa dan guru yang mengajar di SMPN 4 Pangkalan Kuras harus melepaskan dan menenteng sepatunya jika tak ingin berendam air bercampur lumpur. Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak pertama kali sekolah ini digunakan di tahun 2012 lalu.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMPN 4 Pangkalan Kuras, Muzahar S.Pd, Senin (28/4/2014). Muzahar mengungkapkan, persoalan di sekolahnya bukan hanya sekedar masalah jalan, namun juga kurangnya gedung sekolah.
Dikatakan Muzahar, terkait persoalan itu pihaknya telah mengajukan proposal untuk peningkatan sarana dan prasarana di sekolah yang dipimpinnya.
Saat ini, sambungnya, persoalan lain SMPN 4 Pangkalan Kuras hanya memiliki 7 ruang belajar. Ironisnya, dari 7 rumbel itu, sekolah hanya memiliki 2 ruang belajar saja, sedangkan 5 ruang belajar lainnya sampai saat ini harus menumpang di Gedung MDA Nur Iman yang berada di Desa Kemang.
"Meski masih satu kecamatan, tapi jarak antara sekolah induk dengan MDA itu sekitar 3 Km, cukup jauh juga bagi para siswa dan guru. Disdik Pelalawan tahun ini berjanji akan membangunkan tiga lokal dari enam lokal yang kami minta untuk dibangun,"ungkapnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, sampai sekarang pun SMPN 4 Pangkalan Kuras belum memiliki ruang kantor guru sehingga terpaksa salah satu rumbel yang ada dijadikan ruang guru sementara.
"Kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah ini benar-benar memprihatinkan. Kondisi ini berpengaruh pada kegiatan ekstrakurikuler yang ditiadakan jika kondisi lapangan tak memadai,"ujarnya menutup.(rkn)