
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Dr Indra Adnan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dinyatakan lulus dengan predikat Akreditasi A. Keputusan itu diberikan Badan Akreditas Provinsi Riau dengan nomor KPTS. BAP-S/M PROV. RIAU. NO. 404/ BAP-SM /KP-09/X/2015 tertanggal 22 Oktober 2015.
"Alhamdullilah, niat saya untuk membangun dunia pendidikan di kampung halaman selalu dimudahkan oleh Allah. Meski baru beberapa tahun berdiri, sudah sepantasnya SMK Farmasi ini mendapat akreditasi A, sebab semua syarat sudah kita penuhi," kata Pembina/Pemilik SMK Farmasi Dr Indra Adnan Tembilahan, Dr Indra Muchlis Adnan menjawab GoRiau.com, Rabu (4/11/2015).
Dikatakan mantan Bupati Inhil dua periode (2004-2014) ini, SMK Farmasi Dr Indra Adnan, merupakan sekolah kejuruan farmasi satu-satunya di Kabupaten Inhil yang berada di Kota Tembilahan.
"Status akreditasi A ini membuktikan bahwa SMK Farmasi Tembilahan merupakan sekolah berkualitas seesuai standar yang ada di Indonesia," kata Indra.
Selain SMK Farmasi, Indra juga memiliki SDN, SMPN, SMAN, MA, MTs Syech Walid Thaib Saleh Indragiri, Universitas Islam Indragiri (Unisi) dan Akbid Husada Gemilang di Tembilahan, ibukota Kabupaten Inhil.
Bagi Indra, niatnya membangun sejumlah sekolah dan universitas semata-mata untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Inhil. Terbatas jumlah sekolah dan perguruan tinggi selama ini, ternyata berdampak negatif terhadap perkembangan SDM masyarakat Inhil.
"Kalau untuk mencari keuntungan, ngapain saya bangun sekolah di Tembilahan, hitung-hitungan bisnis tentu rugi. Bagus di Pekanbaru, Batam atau kota-kota besar lainnya. Niat saya membangun sekolah dan Unisi di Tembilahan, semata-mata untuk meningkatkan SDM, sehingga dengan keterbatasan dana, mereka bisa melanjutkan pendidikan. Hanya dengan pendidikan, kita bisa merubah peradaban di Inhil," kata Indra.
"Inhil daerah yang kaya, pemerintah daerah sibuk membangun jalan, jembatan dan bangunan lainnya, tapi kalau SDM tak kita siapkan, semuanya akan percuma. Akhirnya, orang-orang luar yang menikmati kekayaan Inhil selama ini, masyarakat kita tetap saja miskin. 10 tahun saya menjabat Bupati Inhil, masalah pendidikan ini merupakan hal yang sangat diprioritaskan," tutup Indra Adnan.***