PEKANBARU, GORIAU.COM - Selepas kabut asap yang melanda Provinsi Riau beberapa bulan terakhir menghilang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai gencar mempromosikan pariwisata yang ada. Dengan konsep wisata berbasis budaya, Pemprov optimis kepakkan sayap di sektor ini.

"Masih banyak pariwisata di Riau yang belum diangkat dan ini menjadi catatan kami untuk terus melakukan promosi," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal Usman yang tampil sebagai pembicara dalam Forum Group Discussion (FGD) Media Massa di auditorium lantai 8 Kantor Gubernur Riau, Kamis (12/11/2015).

Lanjut Fahmi, sangat banyak sekali destinasi (tujuan) wisata Riau berbasis budaya, diantaranya, Candi Muara Takus, Istana Siak, Bakar Tokang, Pacu Jalur, Balimau Kasai dan lain-lain. Riau patut bersyukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa karena memiliki banyak wisata unik dan purbakala. Bahkan wisata Bono yang ada di Teluk Meranti merupakan seven ghosts di dunia yang menjadi tujuan surfing turis asing.

Beberapa wisata diatas hanyalah sekelumit wisata yang telah dikenal oleh masyarakat. Padahal Riau juga memiliki Pantai Pulau Rupat yang tak kalah indah dari pantai-pantai yang ada di Indonesia. Sayangnya wisata ini masih kurang sentuhan dari pemerintah, kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis Edwar.

"Kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah untuk mengembang sektor wisata ini. Pantai Pulau Rupat merupakan tujuan wisata nasional yang ada di Riau lho, tapi kurangnya promosi membuat keindahan Pantai Rupat ini tidak dapat dinikmati masyarakat luas," ungkap Edwar pada acara yang taja oleh Biro Humas Setdaprov Riau tersebut.

Dia tidak menampik bahwa minimnya anggaran dari pemerintah membuat pemerintah daerah terkendala dalam mengembangkan sektor wisata di Pantai Pulau Rupat tersebut. "Kami berharap fasilitas dan infrastruktur di Pantai Pulau Rupat bisa meningkat jauh baik lagi," harapnya.

Sekretaris Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI Mumus Muslim mengaku mendorong usaha-usaha pengembangan sektor wisata yang berpotensi seperti itu. "Tentunya kami membutuhkan rincian, keseriusan dan konsep pemerintah daerah," ucapnya.

Terkait acara FDG ini, Kepala Biro Humas Setdaprov Riau Darusman mengungkapkan, tema acara sengaja diambil sesuai program Pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang memasarkan pariwisata berbasis budaya. "Pak Plt sangat intens terhadap sektor pariwisata, bahkan dia sangat optimis untuk mengangkat nama Riau melalui sektor pariwisata berbasis budaya," pungkas Darusman.***