
PEKANBARU, GORIAU.,COM - Pertarungan calon Gubernur Riau semakin ketat. Saling kejar popularitas dan elektabilitas terjadi, bahkan saling adu visi dan misi pun semakin menambah semarak Pilgubri 2013. Siapa yang terbaik? Jawabanya akan kita peroleh 4 September 2013 mendatang.
Tapi sebagai bahan pertimbangan, berikut visi misi salah satu calon Gubernur Riau, Syamsurizal, yang juga mantan Bupati Bengkalis dua periode ini.
''Saya siap untuk memperjuangkan Riau cemerlang, gemilang, dan terbilang. Makanya saya sekarang sedang siapkan tiga isu strategis pembangunan Provinsi Riau dimasa mendatang. Ini sesuai dengan visi dan misi Pembangunan Riau 2020," kata Syamsurizal, Minggu (31/3/2013).
Mantan Bupati Bengkalis dua priode, yang bergelar Datuk Sri Mahkota Sempurna Negeri inipun mengatakan, semua yang tertuang di visi dan misi mewujudkanya Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian, kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat agamis, sejahtera lahir dan bhatin di Asia Tenggara tahun 2020.
Karena itu, sambungnya, dalam menggapai itu semua itu, dirinya bertekad melakukan peningkatan sumberdaya manusia (SDM), pengentasan terhadap kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur. "Inilah yang menjadi isu strategis saya nanti pada pesta demokrasi Pilgubri 2013," terangnya.
Isu kemiskinan, tambahnya, selalu menjadi isu sentral di Provinsi Riau. Tapi sebutnya, masalah kemiskinan bukan di Riau saja. Di negara maju, saja seperti Itali, Perancis, Inggris masih ada orang yang meminta-minta (miskin). Kendati negara itu negara maju, sampai kapan pun masalah kemiskinan ini tetap ada.
"Namun intinya, masalah kemiskinan ini adalah pendidikan. Di sini kaum miskin harus mendapat pendidikan layak. Untuk itu masalah pendidikan kaum miskin Riau akan menjadi garapan saya pada 2013-2018 mendatang. Jika nantinya memang dipercayakan masyarakat untuk memimpin negeri ini," kata Syamsurizal.
Ekonom statistik dan mikro ekonomi dari Universitas Riau ini menegaskan, dalam persaingan Pilgubri 2013 nanti. Dia sangat menghindari yang namanya money politic. Karena menurutnya, hatinya merasa malu dan tak enak jika nanti dipilih oleh rakyat Riau dari hasil produk money politik. (rdi)