
PEKANBARU, GORIAU.COM - Semakin siang, massa yang tergabung dalam aksi Revolusi Langit Biru, terus bertambah dari berbagai element masyarakat dan padati jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru.
Dari pantauan GoRiau.com di lokasi, ratusan massa aksi terus berdatangan seperti dari Komunitas Pecinta Burung, dan perwakilan wartawan baik dari media cetak dan elektronik, Senin (12/10/2015)
Satu persatu dari perwakilan ormas, komunitas pecinta alam, bergantian membawakan lagu-lagu tentang perlawanan. Mewakili dari pihak wartawan, Satria Batu Bara tampil membawakan satu puisi dengan tema kabut asap.
Yel-yel dan teriakan revolusi langit biru, terus menggema, massa terlihat tertib sesuai dengan komando korlap, bahkan saking tertibnya, Polisi yang berjaga-jaga terlihat membaur dengan para mahasiswa, dan sebagian terlihat santai sambil sesekali menjaga sepeda motor yang diparkir tepat di sebelah gedung Pustaka Wilayah.
Selain orasi pendek, aksi ini juga dihibur dengan pertunjukkan musik dari band-band lokal yang menyanyikan lagu-lagu kritikan terhadap pemerintah baik pusat maupun daerah.
"Aksi melawan asap, kami lakukan bersama para akademisi, mahasiswa komunitas seni, sosial pendidikan, tokoh masyarakat Riau, dengan misi satu yaitu melawan asap, dalam aksi ini tidak ada orasi seperti demontrasi, karena aksi ini disuarakan lewat musik, teatrikal, dan puisi," ungkapnya kepada GoRiau.com, disela-sela aksi.
Dalam aksi ini juga ditampilkan atraksi treatikal oleh sejumlah mahasiswa Mapala UIR, yang disambung dengan aksi dari para komunitas Vespa.
Aksi tersebut juga menyerukan lawan asap melalui twitter dengan hastag #LawanAsap dan #RevolusiLangitBiru.(dnl)