SELATPANJANG, GORIAU.COM - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs Masrul Kasmy MSi, menilai kegiatan fogging tidak efektif dilakukan meski saat ini musim penghujan. Menurut Masrul hal yang paling efektif yang harus dilakukan adalah membiasakan hidup bersih dan dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup rapat semua tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas (3M).

"Mengatasi gejala DBD itu dilakukan dengan cara 3M. Kemudian dinas terkait memberikan sosialisasi, seperi pamflet. Kalau fogging tidak efektif," kata Masrul.

Masrul juga menambahkan yang penting itu prilaku hidup bersih, kegiatan bersih dan membangun sistem sosial. Selain Ia juga meminta melalui instansi terkait agar meningkatkan kesadaran hidup bersih dan di lingkungan.

"Saya juga ingin membawa siswa-siswa, kelompok masyarakat untuk bergotong royong. Kami melihat ketika hujan banyak parit yang tidak bisa tertampung lagi air-air nya, salah satu faktor adalah tersumbatnya saluran air karena sampah," kata Masrul pula.

Sementara ketika di singguh minimnya tong sampah di Selatpanjang (Ibukota Kepulauan Meranti) Masrul mengakui dan mengatakan ini menjadi PR Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) kepulauan Meranti untuk menyiapkan tong sampah. Tapi diakui Masrul juga, Ia mempunyai ide menarik, yaitu dengan menyediakan tong sampah untuk dibeli setiap pelaku usaha. Selain itu ada lagi ide misalnya sampah-sampah ini ada kelompok pengelola sampah.

"Dulu bagus, LKMD mengelola kebersihan setempat dan masyarakat dipungut oleh mereka yang berkeliling memungut sampah itu. Saya kira hal yang positif ini bisa dihidupkan lagi. Tidak semua masalah sampah diserahkan ke dinas, tapi harus dari kerjasama semuanya," tutupnya.(zal)