PEKANBARU - Momen Safari Ramadhan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi keagamaan, tetapi juga bertransformasi menjadi panggung transparansi kinerja pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, ST MArch, memanfaatkan pertemuan tatap muka tersebut untuk membeberkan laporan capaian strategis selama satu tahun kepemimpinannya di hadapan ratusan jemaah Masjid Nurul Huda, Jalan Ronggo Warsito, Kecamatan Sail, Kamis (26/2/2026) sore.

Markarius yang hadir memimpin rombongan pemerintah kota menyampaikan permohonan maaf atas absennya Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, SE MM, yang tengah menjalankan tugas dinas di luar kota. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi dukungan masyarakat sejak awal masa jabatan mereka.

"Terima kasih juga kepada seluruh warga yang telah memberikan dukungan kepada kami, Agung Nugroho - Markarius Anwar, selama satu tahun kepemimpinan kami," ucapnya membuka dialog dengan warga.

Sorotan utama dalam pemaparan kinerja tersebut adalah keberhasilan pemerintah daerah keluar dari jerat defisit anggaran masa lalu. Markarius mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru menanggung beban utang tunda bayar yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp470 miliar. Namun, seluruh tanggungan tersebut diklaim telah tuntas dilunasi sepanjang tahun 2025.

"Alhamdulillah, utang tersebut mampu kita lunasi karena memang wali kota memprioritaskan penyelesaian utang ini," tegas Markarius.

Menariknya, pengurasan kas daerah untuk melunasi utang warisan tersebut tidak menghentikan laju perbaikan infrastruktur fisik yang selama ini kerap menjadi keluhan utama warga. Program pembenahan fasilitas publik, khususnya jalan rusak, justru menunjukkan progres yang melampaui ekspektasi awal.

Sepanjang 2025, perbaikan jalan dengan sistem overlay atau pengaspalan ulang berhasil menyentuh angka 42 kilometer. Angka ini melonjak tajam dari target awal pemerintah yang hanya mematok perbaikan sepanjang 20 kilometer.

"Jalan yang kita perbaiki ini merupakan jalan-jalan yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat. Selama ini tidak terurus, itu berhasil kita perbaiki," urainya memaparkan prioritas pembangunan infrastruktur.

Tidak berhenti pada proyek fisik berupa aspal jalan, pemerintah juga menyoroti penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan. Di sektor pendidikan, sebanyak 1.778 anak yang sebelumnya putus sekolah berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan. Sementara itu, di bidang kesehatan, penanganan krisis gizi buruk atau stunting telah menjangkau lebih dari 3.000 anak di berbagai wilayah kota.

Meski memaparkan rentetan keberhasilan, Markarius menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang menanti untuk diselesaikan.

"Jadi, Alhamdulillah sudah banyak hal sudah kita kerjakan, dan tentu banyak hal juga yang belum selesai kita kerjakan," paparnya.

Seluruh eksekusi program fisik dan pelunasan utang tersebut rupanya ditopang oleh meroketnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemasukan yang sebelumnya stagnan di angka Rp800 miliar, melonjak drastis hingga hampir menyentuh Rp1,2 triliun pada tahun 2025.

"Sehingga kita mampu melunasi utang dan menyelesaikan banyak persoalan," jelasnya menyoroti fondasi keuangan daerah.

Agenda turun ke masyarakat ini turut dihadiri oleh jajaran penting pemerintah, di antaranya sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Ketua I TP PKK, Sari Rahmawati, SpOG, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tokoh masyarakat setempat.

Sebagai penutup rangkaian Safari Ramadhan, pemerintah daerah mengucurkan sejumlah bantuan langsung bagi masyarakat dan fasilitas ibadah. Masjid Nurul Huda menerima dana segar untuk pembangunan senilai Rp100 juta, perangkat televisi 43 inci, serta fasilitas koneksi wifi gratis. Selain itu, disalurkan pula bantuan pendidikan, dana dari Baznas, kursi roda, hingga dana Corporate Social Responsibility gabungan dari pemerintah kota dan Bank Riau Kepri Syariah senilai Rp10 juta.***