
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Keinginan masyarakat Siak untuk menikmati energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit berkapasitas 25 Mega Watt, sepertinya akan segera terealisasi.
General Manager PT PLN Wilayah Riau-Kepri Dodi Pangaribuan saat dihubungi GoRiau.com, Rabu (19/11/14), menjelaskan, pihaknya baru saja menggelar pertemuan dengan PT Wijaya Karya terkait biaya sewa 12 mesin pembangkit yang saat ini sudah berada dilokasi. Setelah dibuat beberapa kesepakatan, Dodi memastikan pertikaian dengan PT Wijaya Karya sudah dapat diatasi.
"Intinya, masalah dengan PT Wijaya Karya sudah diselesaikan. Kendati persoalan itu sudah dilaporkan ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan kasus tetap berjalan, namun kita pastikan operasional PLTG Sungai Rawa dapat dilakukan dalam waktu dekat ini," kata Dodi.
Dijelaskan Dodi, paling lambat tiga minggu ke depan, pihaknya akan melakukan uji coba pengoperasian PLTG Sungai Rawa dengan satu mesin pembangkit berkapasitas 2,2 MW. Apabila uji coba itu berhasil, kata Dodi, selanjutnya akan dilakukan pengoperasian oleh mesin pembangkit lainnya hingga dua bulan ke depan semua mesin yang ada sudah dapat digunakan.
"Ada 12 mesin pembangkit yang berada dilokasi saat ini dengan kapasitas 2,2 MW per mesin. Apabila semua mesin berhasil dioperasikan, daya yang akan dihasilkan dari PLTG Sungai Rawa itu mencapai 25 MW lebih," jelas Dodi.
Terkait jumlah tunggakan sewa yang harus dibayar PT PLN kepada PT Wijaya Karya, Dodi mengaku tidak mengetahui hal itu. Karena kerjasama dengan PT Wijaya Karya merupakan kewenangan PT PLN Sumatera Bagian Utara. PT PLN Wilayah Riau-Kepri hanya ditugaskan untuk mengoperasikan mesin serta membangun jaringan untuk dialirkan ke rumah-rumah warga.
"Artinya, dengan dioperasikan mesin pembangkit itu, berarti persoalan dengan PT Wijaya Karya sudah dapat diatasi PLN," tegasnya.
Humas PT Petro Selat Aries Simbolon mengatakan, saat ini ada dua sumur gas di Sungai Rawa yang sudah siap dialirkan ke mesin pembangkit. Bahkan, pada 12 Oktober lalu pihaknya sudah selesai memasang pipa dari sumur ke mesin pembangkit.
"Kalau kita tak ada masalah lagi, semua udah oke, tinggal menunggu kesiapan dari PT PLN saja. Ada sekitar 7 km pipa yang sudah kita pasang, sekarang dari sumur keluar api, ini kita biarkannya saja. Kalau ditutup, takutnya gas yang sudah ditemukan hilang lagi seperti tahun lalu. Intinya, kalau semua sudah oke, PLTG ini sudah bisa dioperasikan," pungkas Aries.(nal)